Menyeimbangkan Hormon Bisa Hindari PMS?

Torie Natalova    •    Jumat, 14 Dec 2018 19:07 WIB
kesehatanSindrom Pramenstruasi (PMS)
Menyeimbangkan Hormon Bisa Hindari PMS?
Sindrom Pramenstruasi (PMS) bisa menjadi 'ancaman' tersendiri bagi seorang wanita. Bagaimana cara mengatasinya? Simak informasinya. (Foto: Brooke Cagle/Unsplash.com)

Jakarta: Sindrom Pramenstruasi (PMS) bisa menjadi 'ancaman' tersendiri bagi seorang wanita. Perubahan suasana hati, kelelahan, kecemasan, sakit kepala, perut kembung, payudara nyeri juga sakit perut, bisa membuat para wanita tidak nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.

Masalah PMS pada banyak wanita dikaitkan dengan hormon estrogen yang lebih tinggi dan progesteron yang lebih rendah. Estrogen dapat menyebabkan dinding rahim tumbuh atau menebal. Semakin tinggi estrogen Anda, semakin tebal dan banyak Anda mengeluarkan darah saat haid.

Progesteron adalah hormon yang lebih menenangkan. Ini juga merupakan hormon anti-proliferasi yang berarti menjaga pertumbuhan estrogen. Seringkali wanita mengalami penurunan kesehatan saat minggu keempat, atau minggu sebelum haid. Ini karena penurunan progesteron dan banyak wanita sangat sensitif terhadap perubahan ini hingga mengalami beberapa gejala PMS di atas.

Menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron adalah kunci untuk menghindari buruknya gejala PMS. Berikut cara memperbaiki gejala PMS tidak semakin buruk.


(Masalah PMS pada banyak wanita dikaitkan dengan hormon estrogen yang lebih tinggi dan progesteron yang lebih rendah. Foto: Christian Fregnan/Unsplash.com)

(Baca juga: Pria, Ketahui Masalah PMS yang Sering Dialami Wanita)

1. Ubah pola makan
Beberapa makanan dapat meningkatkan estrogen. Penelitian menunjukkan pola makan tanpa produk susu dapat membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki endometriosis. Jika Anda ingin mengubah pola makan, mulai dengan menghindari daging yang diberi suntikan hormon, makan produk organik, kurangi produk kedelai, kadang dan biji wijen.

Anda dapat meningkatkan makanan pendukung hormon progesteron seperti ubi dan ikan berminyak (salmon, mackerel dan sarden). Hindari kafein dan perbanyak lemak juga protein yang sehat.

2. Mengurangi stres
Stres adalah pembajak hormon terbesar dalam tubuh. Mengurangi stres dengan melakukan teknik pernapasan dalam, meditasi atau yoga terbukti bermanfaat.

3. Pertimbangkan minum suplemen
Tanpa disadari, banyak dari kita kekurangan gizi dan ini tidak didapatkan dari makanan. Olahraga, kafein, stres, dan alkohol merampas tubuh dari nutrisi penting pembentuk hormon. Mineral magnesium bersifat menenangkan dan sangat baik mengurangi kram saat haid bahkan dapat meningkatkan suasana hati.

Vitamin B sangat penting untuk mengontrol jumlah estrogen dan menjaga keseimbangan hormon. Asam lemak omega-3 seperti minyak ikan membantu mengurangi kram haid dan mengurangi pendarahan yang berat.

4. Periksa hormon
Pendarahan yang berat juga bisa berasal dari fungsi tiroid yang buruk. Dengan menguji hormon, Anda juga dapat mengetahui apakah tingkat estrogen lebih tinggi dari ukuran normal.

Jika Anda berurusan dengan ketidakseimbangan hormon, pilih produk perawatan pribadi yang aman dan bebas dari bahan kimia yang dapat mengganggu endokrin seperti parabens dan ftalat.




(TIN)