Kenali Tanda Intoleransi Karbohidrat

Torie Natalova    •    Sabtu, 12 Jan 2019 08:00 WIB
kesehatandiabetes
Kenali Tanda Intoleransi Karbohidrat
Kenali Tanda Intoleransi Karbohidrat (Foto: shutterstock)

Jakarta: Intoleransi tidak hanya untuk makanan berbahan dasar gluten dan insulin, tapi juga karbohidrat. Jumlah karbohidrat yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda.

Sebagian orang yang memangkas karbohidrat olahan dan membatasi makanan manis dengan gandum, ubi dan buah segar, tetap mengalami kegemukan. Sebagian lagi memangkas karbohidrat namun tetap memiliki kadar gula darah tinggi. Masalah ini biasa terjadi pada usia lanjut, diimana respon mereka terhadap pola makan yang baik tiba-tiba berubah.

Beberapa faktor dapat menyebabkan hal tersebut terjadi mulai dari gaya hidup yang salah, stres, obat-obatan yang dapat mengubah mikrobioma usus, dan kurang tidur. Semua ini dapat menurunkan 'titik aman' Anda untuk mentoleransi karbohidrat sehingga gula darah tidak kembali normal dalam waktu dua jam setelah makan.

Sebaliknya, gula darah tetap meningkat, melampaui apa yang bisa ditangani sel dan akhirnya memicu resistensi insulin, tekanan darah tinggi, jantung, diabetes, obesitas, Alzheimer dan beberapa kanker.

Saat intoleransi karbohidrat terjadi, ikuti diet rendah karbohidrat dengan mengurangi karbohidrat kompleks dan menggantinya dengan banyak sayuran juga lemak. Tidur dengan baik, perbaiki usus dan tingkatkan waktu olahraga.

Anda bisa mencoba cara lain mengukur titik karbohidrat Anda. Gunakan monitor glukosa untuk mengukur dampak dari berbagai makanan tinggi karbohidrat pada gula darah Anda. Dua kali setelah makan pada waktu satu dan dua jam. Anda bisa mendapatkan gambaran tentang bagaimana tubuh memetabolisme pati seperti biji-bijian, kacang dan kentang.

Apakah Anda memiliki intoleransi karbohidrat? Jawab beberapa pertanyaan berikut ini.

1. Apakah Anda kegemukan?
2. Apakah Anda sering merasa lelah setiap waktu terutama setelah makan makanan karbohidrat tinggi?
3. Apakah Anda merasa nafsu makan tidak terkendali?
4. Aoakah Anda sering inginkan makanan manis atau bertepung seperti roti, pasta, kentang atau kacang-kacangan?
5. Apaah Anda merasa pusing saat lapar?
6. Kadar gula darah Anda di atas normal?
7. Apakah Anda sering alami kecemasan, depresi, masalah kulit, nyeri sendi, nyeri otto, masalah hormon atau tidur?

Jika Anda menjawab "ya" untuk satu atau lebih pertanyaan, cobalah 14 hari untuk menghentikan semua makanan manis, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran bertepung (wortel, jagung, kentang, labu, ubi), dan buah-buahan. Perubahan yang nyata setelah menghentikan makanan tersebut bisa jadi pertanda Anda memiliki intoleransi karbohidrat.


 


(ELG)