Peneliti Menemukan Bahwa Gula Berlebih Dapat Meningkatkan Pertumbuhan Tumor

Raka Lestari    •    Kamis, 19 Oct 2017 08:04 WIB
kesehatan
Peneliti Menemukan Bahwa Gula Berlebih Dapat Meningkatkan Pertumbuhan Tumor
Setelah melakukan penelitian selama 9 tahun, ahli biologi molekular di Belgia menemukan bahwa makan makanan mengandung gula berlebih dapat merangsang pertumbuhan tumor. (Foto: Jennifer Pallian/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ini bisa jadi merupakan berita buruk bagi Anda pecinta makanan manis. Setelah melakukan penelitian selama 9 tahun, ahli biologi molekular di Belgia menemukan bahwa makan makanan mengandung gula berlebih dapat merangsang pertumbuhan tumor.

Seperti dilansir dari Businessinsider.sg, hasil yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, memberikan pencerahan bagi ahli onkologi atas permasalahan yang ditemui selama beberapa dekade ini, dan mungkin bisa menawarkan beberapa solusi bagi para penderita kanker. 

Sebagian besar sel non-kanker dalam tubuh mendapatkan energinya dari respirasi aerobik, sebuah proses yang melibatkan pemecahan makanan yang dicerna menjadi molekul kaya energi yang dapat digunakan melalui serangkaian proses kimia yang membutuhkan oksigen, kemudian melepaskan karbon dioksida sebagai produk yang dihasilkannya. 



(Baca juga: Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Diabetes)

Bahkan ketika oksigen yang cukup tersedia untuk memecah glukosa dan menggunakannya sebagai bahan bakar, sel kanker lebih suka mendapatkan energi dari fermentasi gula, yang memiliki hasil energi lebih rendah daripada reaksi kimia biasa yang digunakan sel. Fenomena ini disebut 'Warburg effect'.

Para peneliti terbaru juga mengamati sel ragi di laboratorium, dan menemukan bahwa proses fermentasi mereka justru merangsang pertumbuhan tumor.

"Konsumsi gula yang berlebihan dari sel kanker mengarah pada stimulasi lanjutan bagi perkembangan dan pertumbuhan kanker." ujar Johan Thevelein, ahli biologi molekuler Belgia dan juga seorang profesor di Katholieke Universiteit Leuven dalam sebuah siaran pers.










(TIN)