Penelitian: Makan dengan Cepat Mudah Tingkatkan Obesitas

Anindya Legia Putri    •    Selasa, 09 Jan 2018 09:00 WIB
obesitas
Penelitian: Makan dengan Cepat Mudah Tingkatkan Obesitas
Goldberg pun menyarankan agar setidaknya Anda menghabiskan waktu makan selama 30 menit. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Berdasarkan penelitian yang dipresentasikan pada Sesi Ilmiah Asosiasi Jantung Amerika di California, menunjukkan bahwa orang yang makan perlahan cenderung tidak cepat gemuk dan memiliki metabolisme tubuh yang baik. Selain itu, mereka juga memiliki persentase kecil terjangkit stroke, penyakit jantung, dan diabetes.

Pada tahun 2008, periset Jepang yang dipimpin oleh ahli kardiologi Universitas Hiroshima Dr Takayuki Yamaji, merekrut lebih dari 1000 orang dewasa Jepang yang sehat.

Periset meminta mereka untuk mengarakterisasi kecepatan makan mereka, apakah lambat, normal atau cepat, dan melacak kesehatan mereka selama lima tahun ke depan.

Setelah lima tahun, hasilny 84 orang didiagnosis menderita sindrom metabolik selama lima tahun. Dengan persentase 11,6 persen pada kelompok pemakan cepat 6,5 persen pada kelompok pemakan normal dan hanya 2,3 persen pada kelompok pemakan lambat.


(Goldberg pun menyarankan agar setidaknya Anda menghabiskan waktu makan selama 30 menit. Foto: Pixabay.com)

Dari hasli penelitian tersebut juga diketahui bahwa kelompok pemakan cepat cenderung memiliki berat lebih, lingkar pinggang yang lebih besar, dan menderita gula darah tinggi.

(Baca juga: Kurang Minum Air Tingkatkan Peluang Obesitas)

“Hasil tersebut tidak terlalu mengejutkan,” kata juru bicara American Heart Association dan NYU Langone kardiolog Dr Nieca Goldberg. Banyak penelitian, katanya, telah menunjukkan bahwa makan cepat dikaitkan dengan penambahan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.

"Anda mungkin makan lebih banyak karena Anda makan dengan sangat cepat. Anda benar-benar tidak tahu apa yang Anda makan. Bila Anda makan perlahan, Anda lebih sadar dalam mencernanya. Sehingga Anda mengunyah makanan dengan benar. Hal tersebut juga membantu Anda merasa kenyang lebih lama,” ujar Goldberg.

Goldberg pun menyarankan agar setidaknya Anda menghabiskan waktu makan selama 30 menit. Makanlah dalam situasi yang kondusif. Goldberg juga menyarankan untuk makan dengan memotong makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, mengunyah lebih banyak, menarik napas dalam-dalam dan mengatur setiap gigitannya.










(TIN)