Ini Efek Sauna Terhadap Kesehatan

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 08 Jan 2018 12:04 WIB
kesehatan
Ini Efek Sauna Terhadap Kesehatan
Salah satu manfaat mandi sauna yaitu dapat mengurangi tekanan darah dan meningkatkan vascular compliance. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Siapa yang tidak kenal dengan sauna? Tempat pemandian tradisional asal Finlandia itu ada diberbagai belahan dunia, bahkan di Indonesia. Tidak hanya sekedar tempat pemandian uap, sauna ternyata berdampak baik untuk kesehatan.

Menurut para ilmuwan di Universitas Finlandia Timur menyebutkan mandi sauna selama 30 menit dapat mengurangi tekanan darah dan meningkatkan vascular compliance. 

Vascular compliance adalah kemampuan pembuluh darah dinding untuk memperluas dan kontrak pasif dengan perubahan dalam tekanan yang merupakan hal yang penting dalam fungsi arteri dan vena besar, sementara juga meningkatkan denyut jantung sama dengan latihan intensitas sedang.

Penelitian lain yang berbasis populasi juga menyebutkan pemandian sauna reguler dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit koroner, serangan jantung, hipertensi, Alzheimer, dan demensia. Sering mandi sauna juga dikaitkan dengan penurunan penyakit pernapasan dan tingkat CRP yang lebih rendah.

(Baca juga: Kapan Baiknya Sauna Dilakukan?)

Studi eksperimental yang dilakukan di proyek Kesehatan Sauna dan Kardiovaskular memberikan wawasan baru tentang perubahan yang terjadi dalam tubuh manusia selama dan setelah melakukan sauna. Studi tersebut menganalisis efek pemandian sauna 30 menit pada 100 subjek tes.


(Studi eksperimental yang dilakukan di proyek Kesehatan Sauna dan Kardiovaskular memberikan wawasan baru tentang perubahan yang terjadi dalam tubuh manusia selama dan setelah melakukan sauna. Foto: Pixabay.com)

Secara khusus, tujuannya adalah untuk menganalisis peran, vascular compliance, dan mengurangi tekanan darah pada manfaat kesehatan yang disebabkan oleh mandi sauna. Kepatuhan vaskular diukur dari arteri karotis dan femoralis sebelum dan setelah sauna.

Segera setelah 30 menit mandi sauna, tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung (sistolik) peserta rata-rata berkurang dari 137 mmHg menjadi 130 mmHg (satuan tekanan dorangan darah terhadap dinding pembuluh arteri). Tak hanya itu, tekanan darah diastolik juga mengalami penurunan dari 82 mmHg menjadi 75 mmHg. 

Selain itu, mandi sauna juga dapat meningkatkan denyut jantung peserta tes. Peningkatan tersebut hampir serupa saat olahraga intensitas sedang, dan suhu tubuh mereka naik sekitar 2 derajat Celcius. 

Dengan berbagai manfaat tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa sauna bisa menjadi pelengkap untuk menjaga kesehatan jantung selain berolahraga. Sebab, mandi sauna mengurangi tekanan darah dan meningkatkan vascular compliance. 










(TIN)