Pemberian ASI Menurunkan Risiko Bayi Mati Mendadak

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 02 Nov 2017 07:00 WIB
kesehatan
Pemberian ASI Menurunkan Risiko Bayi Mati Mendadak
Penelitian baru mengonfirmasikan, menyusui bayi baru lahir selama dua sampai empat bulan secara signifikan dapat mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). (Foto: Aaron Mello/Unsplash.com)

Metrotvnews.co, Jakarta: Penelitian baru mengonfirmasikan, menyusui bayi baru lahir selama dua sampai empat bulan secara signifikan dapat mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Namun penelitian tersebut juga menyebutkan, ibu tidak perlu menyusui secara eksklusif. Metode pemberian ASI secara parsial (bayi mengonsumsi ASI dan makanan) bisa diterapkan untuk mengurangi SIDS.

"Apa yang mungkin mengejutkan adalah bahwa tampaknya tidak ada manfaat pemberian ASI eksklusif untuk ASI secara parsial dalam kaitannya dengan SIDS, walaupun ada banyak manfaat lain yang terkait dengan pemberian ASI eksklusif," kata penulis studi dari New Zealand's University, John Thompson, saat dikutip dari WebMD.com.



Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, para peneliti mengkaji 2.200 kasus SIDS. Dari hasil pengamatan dan pendalaman, peneliti melihat ada variabilitas yang besar dalam tingkat pemberian ASI dan ASI eksklusif.

Peneliti pun menyimpulkan, menyusui setidaknya dua bulan dikaitkan dengan separuh risiko SIDS. Sementara menyusui selama empat bulan akan memberikan perlindungan yang lebih besar lagi kepada bayi.

"Kejadian puncak SIDS adalah dua sampai empat bulan, jadi ini mungkin merupakan periode paling kritis dalam hal efek perlindungan menyusui," kata Thompson.

(Baca juga: ASI Lindungi Bayi dari Penyakit Liver)

Masih belum jelas bagaimana pemberian ASI bisa memberikan efek perlindungan terhadap SIDS. Namun, beberapa penelitian lain yangh berkaitan dengan dampak ASI terhadap penurunan risiko SIDS.

Diantaranya, bayi yang diberi ASI lebih mudah terbangun dari tidur daripada bayi yang diberi susu formula. Hal ini tentu bisa membantu bayi terbangun jika mengalami kesulitan bernapas.



Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa menyusui memberikan manfaat imun yang membantu mencegah infeksi virus. Infeksi tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko SIDS.

"Apapun alasannya, penelitian ini memberikan bukti kuat manfaat pemberian ASI sehubungan dengan efek perlindungan dengan SIDS,"sebut Thompson.

"Ini diharapkan akan memberikan penekanan lebih pada upaya kesehatan masyarakat untuk meningkatkan inisiasi dan kelanjutan menyusui di seluruh dunia," tambahnya.









(TIN)