Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda jika Makan dengan Cepat

Raka Lestari    •    Senin, 27 Nov 2017 11:38 WIB
Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda jika Makan dengan Cepat
Penelitian terdahulu bahkan menganjurkan untuk mengunyah makanan Anda lebih lama agar bisa membakar lebih banyak kalori. (Foto: Guillaume Bolduc/Unsplash.com)

Jakarta: Memerhatikan apa saja yang Anda makan mungkin terlihat mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa mungkin bukan mengenai apa saja yang ada dalam makanan Anda, tetapi tentang seberapa cepat Anda menghabiskan makanan Anda.

Peneliti Jepang melakukan penelitian terhadap 1.083 orang dewasa selama lima tahun kemudian dipisahkan menjadi tiga kategori berdasarkan seberapa cepat mereka makan: lambat, normal, dan cepat. Para partisipan juga diberikan beberapa pertanyaan mengenai kondisi kesehatan mereka pada awal penelitian.

Pada awalnya, tidak ada satupun relawan yang memiliki sindrom metabolik yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kondisi jantung dan diabetes.

Ketika partisipan melaporkan kembali mengenai kondisi kesehatannya lima tahun kemudian, 84 orang didiagnosis mengalami sindrom metabolik dan kecepatan makan mereka diprediksi menjadi faktor utama, menurut hasil dalam jurnal Circulation. Orang yang makan dengan cepat 89 persen lebih mungkin terkena sindrom metabolik dibandingkan mereka yang makan secara normal atau lambat.


(Orang-orang yang makan dengan cepat lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan, lingkar pinggang yang lebih besar, dan kadar gula darah yang lebih tinggi. Foto: Rawpixel.com/Unsplash.com)

(Baca juga: Makan Sendirian Berisiko Tingkatkan Obesitas?)

Tidak hanya itu, orang-orang yang makan dengan cepat lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan, lingkar pinggang yang lebih besar, dan kadar gula darah yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang makan secara lambat.

"Ketika orang makan dengan cepat mereka cenderung tidak merasa kenyang dan lebih cenderung makan berlebihan," kata Takayuki Yamaji, MD, ahli jantung di Universitas Hiroshima di Jepang. "Makan cepat menyebabkan fluktuasi glukosa yang lebih besar yang dapat menyebabkan resistensi insulin."

Penelitian-penelitian sebelumnya juga menemukan manfaat dari makan secara perlahan-lahan. Sebuah penelitian terhadap wanita Selandia Baru menemukan bahwa orang yang makan dengan cepat-cepat memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi.

Selain itu ada juga sebuah penelitian di China menemukan bahwa baik pria sehat dan obesitas makan lebih sedikit saat diminta untuk mengunyah 40 kali daripada 15 kali sebelum menelan makanannya. Penelitian terdahulu bahkan menganjurkan untuk mengunyah makanan Anda lebih lama agar bisa membakar lebih banyak kalori.








(TIN)