Mengapa Anak Bertubuh Pendek?

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 15 Nov 2016 16:22 WIB
perkembangan anak
Mengapa Anak Bertubuh Pendek?
Menurut Prof. Hardinsyah, biasanya orang pendek tak hanya mengalami satu gangguan kesehatan, namun komplikasi dimana beberapa organ tubuh yang bertumbuh dengan tidak baik. (Foto: Stuntgrowth)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak tumbuh pendek adalah salah satu hal yang yang saat ini dihadapi masyarakat Indonesia. Bahkan, sebuah data mengungkapkan bahwa 70 persen anak berusia 2 tahun memiliki tubuh yang pendek.

Tubuh pendek sendiri dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor genetik dan lingkungan.

"Secara genetik hanya 25-35 persen saja, atau sekitar sepertiga atau seperempat. Sementara sebagian besar berasal dari faktor lingkungan, terutama makanan dan gizi. Namun ada juga karena faktor patogen atau penyakit," tukas Ketua  Umum PERGIZI PANGAN Prof. Dr. Hardinsyah, MS dalam acara BRAND'S Health Award 2016, Selasa (15/11/2016).

Ia menjelaskan, pertumbuhan bayi sudah semulai sejak dari janin dimana tinggi atau panjang badan yang tidak sesuai adalah tanda bahwa terdapat gangguan pada saat pertumbuhan dan perkembangan sel organ internal dalam tubuh yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.

(Baca juga: Waktu yang Tepat Menyentuh Bayi Anda)

Beberapa contohnya adalah pembentukan sel pembuluh darah yang tidak maksimal sehingga susunan pembuluh darah yang tak bagus berisiko menimbulkan penyakit iskemik atau jantung. 

Organ hati yang juga tak terbentuk secara sempurna akibat kurangnya gizi saat proses pembuatan juga berpotensi mengganggu proses pengendalian produkai kolesterol sehingga kemungkinan terkena penyakit hiperkolesterol pun besar.

Menurut Prof. Hardinsyah, biasanya orang pendek tak hanya mengalami satu gangguan kesehatan, namun komplikasi dimana beberapa organ tubuh yang bertumbuh dengan tidak baik.

"Oleh karena itu, orang pendek cenderung mengalami kematian dini dan terkena penyakit lebih cepat. Contohnya saat usia 20 atau 30 tahun sudah terkena hipertensi, padahal normalnya 40 tahun," terangnya.

Umumnya, ukuran tubuh bayi baru lahir yang normal adalah di atas 48 centimeter dengan berat di atas 2,5 kilogram. 







(TIN)