Sel Punca Sembuhkan Tuli Bawaan Lahir

Torie Natalova    •    Kamis, 24 Nov 2016 17:21 WIB
studi kesehatan
Sel Punca Sembuhkan Tuli Bawaan Lahir
(Foto: Prevention)

Metrotvnews.com, Jakarta: Para ahli mengklaim telah menemukan obat untuk mereka yang lahir menderita tunarungu atau tuli, yakni dengan dengan stem cell atau yang dikenal dengan sel punca.

Sel-sel baru akan dirangsang pertumbuhannya di area cochlea atau ruang tempat selaput telinga (rumah siput), rongga spiral, dan telinga bagian dalam.

Sel punca dapat digunakan untuk menggantikan sel yang rusak pada orang yang mengalami tuli sejak lahir karena kesalahan genetik. Peneliti berharap, pengobatan ini dapat tersedia untuk pasien dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.

"Langkah berikutnya adalah menemukan cara untuk aman untuk menyuntikkan sel tersebut ke telinga pasien," ujar Spesialis Penyakit Telinga yang memimpin penelitian, Profesor Kazusaku Kamiya.

Penelitian yang berpusat di laboratorium Juntendo University Tokyo, Jepang, bertujuan memperbaiki mutasi pada gen yang disebut Gap Junction Beta 2, yang menyebabkan tuli atau gangguan pendengaran pada satu dari 1000 anak-anak yang lahir.

Di beberapa bagian dunia, mutasi gen ini bertanggung jawab pada setengah kasus gangguan pendengaran bawaan. Sel induk dapat berubah menjadi jenis lain dari sel yang lebih khusus melalui proses yang dikenal sebagai diferensiasi.

Gangguan pendengaran bawaan biasanya disebabkan oleh mutasi genetika dalam sel-sel rambut telinga, yang ditemukan di dekat telinga bagian dalam atau koklea, dan merupakan reseptor sensorik suara.

Pasien dengan kondisi ini juga bisa diobati dengan implan buatan yang membantu melakukan transfer suara ke saraf pendengaran pasien. Banyak ilmuwan percaya sel induk bisa menawarkan solusi yang lebih baik dengan mengembalikan fungsi normal dari sel-sel rambut yang berhasil membuat pasien bisa mendengar.

Manusia terlahir dengan sekitar 11 ribu sel-sel rambut di masing-masing telinga yang penting untuk mengirimkan suara. Seiring bertambahnya usia, terjadi gangguan pendengaran akibat kematian sel-sel dari suara yang berlebihan, obat-obatan tertentu dan penuaan.

Saat ini, tidak ada obat untuk sebagian besar jenis gangguan pendengaran. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan, yakni dengan menempatkan sel-sel induk melalui pembedahan dalam koklea, sehingga mereka dapat mengembangkan sel-sel yang tersisa di telinga bagian dalam dan merangsang sel-sel rambut yang tidak rusak agar bisa berfungsi dengan normal.

Tim penelitian telah menunjukkan bahwa sel-sel induk sumsum tulang manusia dapat dikonversi menjadi sel telinga, seperti setelah terpapar campuran bahan kimia yang diproduksi oleh sel-sel koklea.


(DEV)