Durasi Tidur dan Tingkat Pendidikan Pengaruhi Risiko Demensia

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 30 May 2017 11:57 WIB
demensia
Durasi Tidur dan Tingkat Pendidikan Pengaruhi Risiko Demensia
(Foto: Daily Caring)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa tidur malam lebih dari sembilan jam dan tidak menamatkan jenjang sekolah menengah adalah dua pertanda umum risiko demensia yang terlihat pada lanjut usia (lansia).

Para peneliti menganalisa data dari studi jangka panjang Framingham Heart Study untuk melihat faktor risiko demensia. Penelitian tersebut melibatkan 2.400 partisipan berusia minimal 65 tahun yang diminta menjawab beberapa pertanyaan seputar kebiasaan tidur. Sebanyak 234 dari partisipan mengalami demensia dalam waktu 10 tahun dari masa penelitian.

Penelitian tersebut menemukan bahwa mereka yang tidur lebih dari sembilan jam memiliki risiko terkena demensia dan Alzheimer dua kali lipat. Namun, tak ada bukti yang menunjukkan bahwa terlalu banyak tidur dapat menyebabkan demensia. Faktanya, kebiasaan tersebut adalah gejala dari penyakit yang perlu diperhatikan oleh anggota keluarga sekitar.

Selain itu, para peneliti juga melihat bahwa jenjang pendidikan berhubungan dengan demensia. Lansia yang tidak lulus sekolah menengah dan tidur sembilan jam setiap malam mengalami peningkatan risiko hingga 60 persen terkena demensia.

"Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan yang tinggi dapat menunda munculnya demensia klinis," ujar pemimpin studi Sudha Seshadri dari Boston University School of Medicine dalam sebuah pernyataan.

Para peneliti berharap informasi studi tersebut dapat digunakan untuk menyadari gejala dini dari penyakit saraf tersebut sekaligus mencari dukungan dan pendampingan lebih awal.

"Lansia mungkin dapat melakukan beberapa hal seperti menyetir mobil atau tinggal sendiri, namun tak dengan merespon sesuatu tak terduga. Menyadari gejala awal dapat memberikan akses pada pelayanan, mendapatkan pengobatan yang terbatas, dan membantu melindungi mereka dari situsasi yang berbahaya," tukas Seshadri.


(DEV)