Banyak Wanita Belum Paham Bahaya Melahirkan di Rumah

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 12 Jul 2017 16:54 WIB
kesehatan
Banyak Wanita Belum Paham Bahaya Melahirkan di Rumah
(Foto: Web MD)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keselamatan ibu dan bayi adalah salah satu fokus utama bagi dunia kesehatan nasional maupun internasional saat ini. Oleh karena itu, pemerintah tengah mengusahakan agar angka kematian ibu dan anak (KIA) dapat ditekan dari tahun ke tahun.

"Data kami menyebutkan bahwa angka kematian ibu karena kehamilan, melahirkan, dan nifas telah mencapai 4.912 kasus di Indonesia," jelas dr Eni Gustina, MPH selaku Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dalam konfrensi pers Heroines of Health, Rabu (12/72017).

Ia menambahkan, kematian tersebut bisa terjadi pada dua kondisi. Pertama, saat bumil sedang berada di rumah, mereka tak menyadari bahaya yang bisa ditimbulkan bila terdapat komplikasi saat proses melahirkan di rumah.

"Mereka memilih di rumah karena belum banyak pengetahuan. Hal ini tergolong wajar karena rata-rata jenjang sekolah di Indonesia masih 8,5 tahun. Padahal, hamil bisa menimbilkan risiko dimana dan kapan saja keadaan darurat bisa saja terjadi," tambahnya.

Oleh karena itu, dr Eni menyarankan agar pendampingan pada bumil ditingkatkan, terutama untuk mereka yang berada di daerah pelosok agar mau rutin memeriksakan diri dan minum obat yang dibutuhkan.

"Perlu memberikan dukungan pada bumil agar mereka mau diperiksa ke bidan dan minum obat-obatan seperti penambah darah dan asam folat supaya anak tidak bodoh. Ini juga menyangkut generasi selanjutnya," paparnya.

Keengganan bumil untuk melahirkan di fasikitas kesehatan juga disebabkan oleh faktor biaya, yang dianggap masih mahal. Padahal, saat jni pemerintah telah berkomitmen untuk membantu proses persalinan setiap bumil dengan cara membiayai secara keseluruhan.

"Sekarang sudah ada Jaminan Persalinan (JAMPERSAL) dan ada Rumah Tunggu untuk mereka yang memiliki rumah jauh dari fasilitas kesehatan," tutupnya.


(DEV)