Berbicara pada Diri Sendiri Membuat Perasaan Negatif Berkurang

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 29 Jul 2017 14:31 WIB
studi kesehatan
Berbicara pada Diri Sendiri Membuat Perasaan Negatif Berkurang
Berbicara pada Diri Sendiri Membuat Perasaan Negatif Berkurang

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah Anda merasakan negativitas dalam diri Anda? Jika iya, cobalah berbicara dengan diri sendiri. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa hal tersebut dapat membantu mengontrol dan menambah mental, terutama jika Anda memposisikan diri sebagai orang ketiga.

Penemuan tersebut menyebutkan bahwa berbicara pada diri sendiri sebagai orang ketiga dapat mengatur emosional lebih mudah dibandingkan dengan berbicara pada diri sendiri sebagai orang pertama, cara paling umum dilakukan saat berbicara sendiri.

Berbicara sendiri sebagai orang ketiga juga bisa dijadikan salah satu strategi langsung untuk mengatur emosi seseorang, seperti bentuk pengaturan emosi yang membutuhkan usaha dan pemikiran tertentu.

"Intinya, kami pikir dengan merujuk diri sendiri sebagai orang ketiga membuat orang berpikir lebih mirip dengan pemikiran orang lain, dan Anda dapat melihat bukti untuk hal ini di otak," ujar Jason Mose selaku asisten profesor di Michigan State University, Amerika Serikat.

Ia menambahkan, hal tersebut membanti orang menambah jarak psikologis dari pengalaman yang dialami sehingga bisa untuk mengatur emosi.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports tersebut melakukan dua percobaan. Pada percobaan pertama, partisipan melihat gambar normal dan mengganggu untuk melihat bagaimana aktivitas otak yang dimonitor dengan elektroensefalografi.

Ketika partisipan melihat gambar yang mengganggu (seperti pria memegang pistol ke arah kepala), dalam posisi sebagai orang ketiga, aktivitas otak emosional menurun sangat cepat (dalam satu detik).

Pada percobaan kedua, para partisipan merefleksikan pengalaman menyedihkan dari masa lalu dan aktivitas otak mereka diukur menggunakan functional magnetic resonance imaging (FMRI).

Hasil tersebut menunjukkan bahwa partisipan yang memiliki aktivitas otak lebih sedikit cenderung merenungkan pengalaman emosional menyedihkan dengan cara berbicara sendiri sebagai orang lain sehingga memiliki pengaturan emosional yang lebih baik.



 


(ELG)