Mengapa Bayi Tersenyum Dalam Tidur?

Yatin Suleha    •    Kamis, 06 Oct 2016 09:00 WIB
bayi
Mengapa Bayi Tersenyum Dalam Tidur?
Tersenyum merupakan reaksi dari aktivitas sistem saraf subkortikal (gerakan tarik-menarik bagian mulut bawah) bekerja untuk mencapai suatu kematangan sistem syaraf. (Foto: Static.boredpanda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sering kita jumpai saat si kecil tidur ia tersenyum. Tersenyum merupakan reaksi dari aktivitas sistem saraf subkortikal (gerakan tarik-menarik bagian mulut bawah) bekerja untuk mencapai suatu kematangan sistem syaraf. 

Maka dari itu, sejak bayi kecil lahir pun ia sudah mulai tersenyum. Psikolog anak dan keluarga, Jovita Maria Ferliana, M.Psi, dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta, mengatakan senyum juga sering nampak saat ia sedang tertidur pulas. "Jika ia tersenyum dalam tidurnya artinya ia sedang tertidur pulas, atau sering disebut juga dengan istilah fase REM sleep (Rapid eye movement sleep)," ujar Jovita

(Baca juga: Cegah Obesitas pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua)

Jovita juga menerangkan beberapa fase tersenyum dan tertawa pada bayi, antara lain:

•   Jika diawal minggu pertama bayi baru lahir ia lebih banyak tersenyum dalam tidur karena aktivitasnya lebih banyak tidur, maka diminggu-minggu berikutnya setelah bayi lebih banyak bangun, maka senyuman terjadi saat ia sedang bangun. Respon senyumnya terbangkitkan oleh sensasi yang ia rasakan lewat kulit si kecil, misalnya saat kita meniup kulit si kecil atau saat kita mencium si kecil. 

•    Pada minggu kedua senyuman si kecil juga terjadi setelah si kecil selesai diberi makanan utamanya (ASI). 

•    Pada minggu ketiga, bayi mulai sadar dan menaruh perhatian pada pengasuh atau orang terdekatnya melalui suara orang yang sering ia dengar di dekatnya. Hal ini karena fungsi mata belum berkembang secara optimal. Ketika ia mendengar suara orang yang familiar tersebut maka ia akan tersenyum sesekali saat ia mendengar suara yang ia rasa dikenalnya.






(TIN)