Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) Tahun Ini Dicanangkan di Kalimantan Tengah

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 30 Sep 2016 18:17 WIB
kampanye kesehatan
Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) Tahun Ini Dicanangkan di Kalimantan Tengah
Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) diadakan setiap bulan Oktober. (Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam rangka mewujudkan Indonesia Bebas Penyakit Kaki Gajah tahun 2020, pemerintah mengadakan program Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) setiap bulan Oktober selama lima tahun berturut-turut sejak tahun 2015.

Untuk tahun kedua ini, BELKAGA akan dicanangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani dan Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek pada 3 Oktober 2016 di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Pada saat bersamaan, di provinsi endemik lainnya akan dicanangkan oleh gubernur masing-masing.

Terdapat dua strategi utama sebagai upaya eliminasi penyakit tersebut, yaitu:

1. Memutuskan rantai penularan penyakit Kaki Gajah dengan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Penyakit Kaki Gajah di kabupaten atau kota endemis penyakit tersebut.

2. Upaya pencegahan serta membatasi kecacatan penderita dengan melaksanakan program Penatalaksanaan Penderita Penyakit Gajah.

Untuk menghentikan siklus hidup cacing filaria secara permanen, POPM Penyakit Penyakit Kaki Gajah harus dilakukan secara berurutan setahun sekali dalam waktu minimal lima tahun.

"Cacing ini tidak bisa sepenuhnya hilang, mereka akan bertambah banyak, ibaratnya tabungan. Tapi kalau minum obat tersebut maka setidaknya jumlah cacing dalam tubuh semakin berkurang. Jika digigit lagi oleh nyamuk yang membawa cacing, hanya sedikit yang tersebar," jelas Ketua Komite Ahli Pengobatan Filariasis Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, M.Sc,Sp.FK di Kementrian Kesehatan, Jumat (30/9/2016).

(Baca juga: NTT Endemik Penderita Kaki Gajah Kronis)

Dua Jenis Obat
Dalam pelaksanaan POPM, akan ada dua jenis obat yang diberikan yaitu kombinasi DEC dan Albendazole. Warga masing-masing mendapatkan 1 tablet Albendazole 400 gram dan tablet DEC dengan jumlah berbeda berdasarkan umur, yaitu 1 tablet untuk usia 2-5 tahun, 2 tablet untuk usia 6-14 tahun, dan 3 tablet untuk yang berusia di atas 14 tahun. Obat tersebut baiknya diminum setelah makan.

Albendazole sendiri memiliki dua manfaat ganda, yaitu mematikan atau memandulkan cacing filaria dewasa serta mematikan cacing dalam perut seperti cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk dan cacing kremi.

Sementara, pembesaran menetap pada tungkai akibat penyakit ini dapat diringankan dengan membersihkannya secara rutin dan berolahraga ringan.

Berdasarkan data dari Kemkes, terdapat 239 kabupaten/kota yang endemis filariasis dan ditargetkan 189 kabupaten/kota akan melaksanakan POPM hingga 2020 dengan jumlah penduduk 102 jiwa.

Sementara 50 kabupaten/kota yang telah melakukan program POPM selama lima tahun dan menjalani masa pre-test sebanyak tiga kali dalam waktu enam tahun hingga diuji coba enam bulan kemudian. 

Beberapa kabupaten/kota yang telah menjadi area eliminasi adalah Bogor (Jawa Barat), Waringin Barat (Kalimantan Tengah), Kolaka Utara dan Bombana (Sulawesi Tenggara). Suatu daerah dinyatakan eliminasi jika memiliki persentase penyakit di bawah satu persen dengan sampel 300 orang dari dua hingga tiga desa.

Sampai tahun 2015, terdapat 13.032 kasus kronis filariasis di seluruh Indonesia. Penyakit menahun ini disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk. Cacing tersebut berada di saluran getah bening, terutama daerah pangkal paha dan ketiak, dan akan berkembang biak hingga menyebabkan saluran getah bening tertekan, meradang, hingga rusak.





(TIN)