Ahli Gizi Serukan Reformasi Camilan untuk Cegah Obesitas

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 25 Apr 2018 17:04 WIB
obesitas
Ahli Gizi Serukan Reformasi Camilan untuk Cegah Obesitas
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Konsumsi camilan menjadi faktor yang bisa membuat jarum timbangan Anda bergeser ke kanan. Meski sebenarnya, tidak ada salahnya Anda mencamil, dengan catatan pilihan makananya harus sehat.

Ahli gizi Prof Dr Made Astawan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyarankan agar dilakukan reformulasi cemilan.

"Reformulasi ini perlu untuk mengontrol asupan gula, garam, lemak (GGL) supaya tidak memicu munculnya penyakit degeneratif," ungkapnya dalam temu media dan blogger, Rabu, 15 April 2018.

Saran reformulasi makanan sebenarnya ditujukan pada pabrik pembuat makanan supaya mengindahkan konsep pangan sehat. Artinya, makanan yang diproduksi harus rendah kalori, rendah lemak, tinggi serat, dan mengandung antioksidan.

"Kebanyakan camilan adalah tepung-tepungan yang merupakan hasil refinasi. Dengan adanya Permenkes ini, diharapkan juga terjadi pembatasan GGL," ungkapnya.

Ia juga mengimbau agar Permenkes 2013 tentang pencantuman komposisi GGL pada bungkus makan ditaati oleh industri makanan.

"Industri makanan memiliki peran moral dalam menciptakan camilan sehat di Indonesia."

Tak hanya kelebihan asupan makanan tak sehat, kurangnya nutrisi dan aktivitas fisik juga menjadi pemicu utama obesitas.

"Di Indonesia, semakin sibuk seseorang, semakin sedikit gerak tubuh. Akibatnya, penggunaan energi lebih sedikit," pungkasnya. 


Lihat video:




(DEV)