Hipertensi Tingkatkan Risiko Keguguran

Raka Lestari    •    Senin, 09 Apr 2018 16:18 WIB
kehamilan
Hipertensi Tingkatkan Risiko Keguguran
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil, lebih berisiko mengalami keguguran ketika hamil. Sebuah penelitian dilakukan dengan menggunakan data 1.228 wanita yang mencoba kehamilan setelah sebelumnya mengalami keguguran.

Dari 797 yang hamil, hampir seperempat dari jumlah tersebut kehilangan bayinya. Penelitian menemukan tidak ada hubungan tekanan darah dengan kemampuan untuk hamil.

Namun, setelah ditambah faktor merokok, berat badan, status perkawinan, pendidikan, ras dan faktor lainnya, mereka menemukan bahwa untuk setiap 10 poin peningkatan dalam pembacaan tekanan darah, ada 17 persen peningkatan risiko keguguran.

Memang, penyebab keguguran tidak secara rinci diketahui. Tetapi, peradangan dan kerusakan pembuluh darah yang merupakan karakteristik hipertensi, diketahui terlibat dalam penyebab keguguran.

Penulis utama Carrie J. Nobles mengakui studi mereka observarsional dan tidak dapat digunakan untuk menunjukkan sebab akibat. Namun, ia menunjukkan bahwa selain efek potensial pada kehamilan, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. 

Mempertahankan tekanan darah di angka yang normal adalah penting. Tidak hanya berhubungan dengan masalah kehamilan, tetapi juga masalah kesehatan keseluruhan.





(DEV)