Tips Menjaga Pola Makan Saat Kehamilan

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 11 Apr 2018 11:50 WIB
kesehatankehamilan
Tips Menjaga Pola Makan Saat Kehamilan
Disebutkan dalam laman Thehealthsite.com, ada beberapa bahan yang perlu dihindari bumil dalam mengonsumsi makanan. (Foto: Marcelo Matarazzo/Unsplash.com)

Jakarta: Pola makan adalah salah satu hal penting selama kehamilan, dimana nutrisi bagi ibu dan janin harus terpenuhi dengan baik. 

Berikut adalah tips pola makan yang disarankan oleh konsultan senior Dr Payal Chaudhary memberikan beberapa tips terkait pemilihan jenis makanan yang tepat bagi bumil.

Pertama, cemilan bernutrisi seperti potongan sayuran mentah, buah, yogurt, keju, kedelai, susu, dan produk susu cocok untuk wanita hamil yang bekerja. 

Selain itu, kalsium juga penting bagi bumil dengan takaran minimal empat sajian per hari. Suplemen folat dan omega-3, yang biasanya diresepkan oleh dokter, juga tak kalah penting untuk kesehatan fisik dan mental wanita mengandung. 

Dr Chaudhary juga menekankan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan rajin minum air putih atau jus segar bagi bumil agar selalu dalam kondisi prima. 

(Baca juga: 7 Makanan Terbaik untuk Ibu yang Hamil Anak Kembar)


(Suplemen folat dan omega-3, yang biasanya diresepkan oleh dokter, juga tak kalah penting untuk kesehatan fisik dan mental wanita mengandung. Foto: Mel Elías/Unsplash.com)

Disebutkan dalam laman Thehealthsite.com, ada beberapa bahan yang perlu dihindari bumil dalam mengonsumsi makanan. Misalnya, makanan mengandung merkuri seperti ikan hiu, ikan todak, ikan King Mackerel dan atau Tile Fish. Merkuri dapat merusak ginjal, sistem imun, dan sistem saraf pada fetus. 

Daging yang tidak dimasak juga dapat memicu infeksi yang membuat bumil lemah dan dehidrasi. Selain itu, bakteri dan virus yang masuk dalam tubuh dapat menyebabkan komplikasi berkelanjutan. 

Kandungan dalam makanan lain yang tak disarankan adalah kafein yang dengan cepat dapat diserap ke dalam plasenta dan fetus. Plasenta tak memiliki enzim khusus untuk memetabolisme kafein. Akibatnya, tingkat kafein yang tinggi dapat berujung pada keracunan. 

Terakhir, taoge dan susu yang tidak dipasteurisasi sebaiknya dihindari karena dapat menimbun bakteri dalam tubuh, yang dapat membahayakan bayi. 







(TIN)