Berbagai Alasan Orang Tertarik Operasi Kelopak Mata

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 20 Sep 2017 09:00 WIB
kesehatan
Berbagai Alasan Orang Tertarik Operasi Kelopak Mata
(Foto: Barrylyckamd)

Metrotvnews.com, Jakarta: Operasi lipatan kelopak mata atau blepharoplasty semakin diminati masyarakat luas saat ini. Treatment ini sebelumnya sudah menjadi hal biasa di kawasan Asia Timur.

"Di rumah sakit kami, yaitu JEC, terjadi peningkatan sebanyak 25 persen setiap tahunnya untuk operasi lipatan kelopak mata," jelas Mubadiyah selaku Marketing Communication Jakarta Eye Center (JEC) dalam temu media, Selasa (19/9/2017).

Ahli plastik rekonstruksi JEC dr Yunia Irawati, SpM (K) mengungkapkan terdapat beberapa jenis gangguan lipatan mata yang membuat para penderitanya menginginkan untuk diperbaiki.

Pertama, blepharochalasis dimana relaksasi kulit kelopak mata bagian atas menghilang. Penyebabnya adalah infeksi atau pembengkakan pada bagian tersebut secara berulang atau alergi.

Kemudian, ada dermatochalasis yang merupakan kelebihan kulit pada bagian kelopak mata bagian atas sehingga terlihat mengatung dan menutupi bulu mata atau kelopak mata. Umumnya hal tersebut terjadi karena faktor usia dimana kebanyakan menyerang mereka yang telah paruh baya.

"Ada juga single eyelid yang biasanya dialami orang Asia. Tidak terbentuk kelopak mata karena sekat kelopak mata (septum orbita) terlalu ke bawah," papar dr Ira pada kesempatan yang sama.

Keempat, ada hipertropi otot orbikularis okuli yaitu penebalan otot pada kelopak mata bawah di tepi kelopak mata.

Terakhir, terdapat baggy lower eyelid dimana sekat kelopak mata bersifat lemah sehigga kelopak mata bagian bawah menonjol. Biasanya, penderita merasa tak percaya diri karena orang-orang menganggap mereka selalu kelelahan.

Teknik bedah mata blepharoplasty adalah teknik yang dapat mengatasi masalah-masalah di atas dimana konsep yang dilakukan menggunakan metode bedah dan laser CO2.

Namun, dr Ira mengungkapkan bahwa orang Asia lebih cocok dengan metode bedah karena risiko terbentuknya jaringan parut atau bekas luka lebih kecil dibandingkan dengan orang Kaukasian.

Durasi operasi blepharoplasty juga beragam, tergantung bagian atas atau bawah.

"Bagian atas lebih cepat karena tak selalu membuang lemak, jadi sekitar 1 jam untuk dua mata."

Sementara, kelopak mata bawah yang cenderung melibatkan penghilangan mata bisa memakan waktu sekitar 1,5 jam untuk dua mata.

"Kebanyakan peminat operasi ini adalah wanita yang berusia di atas 20 tahun, untuk keperluan kecantikan," tambah dr Ira terkait peminat dari perawatan tersebut.

Namun, ia juga menuturkan bahwa anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan karena kelopak mata atau lanjut usia (lansia) yang mengalami penurunan kelopak mata juga tak sedikit yang melakukan metode tersebut, yaitu sekitar 50 persen dari total pasien.

Biaya teknik blepharoplasty di JEC bervariasi, antara Rp 9-20 juta, tergantung jenis pembedahan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.




(DEV)