Ini Penyebab Perbedaan Waktu Produktif Saat Bekerja

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 29 May 2017 08:00 WIB
kesehatan dan produktivitas
Ini Penyebab Perbedaan Waktu Produktif Saat Bekerja
Perbedaan fisiologis ini sangat penting dalam konteks pekerjaan dan kita harus mengerti bagaimana hal itu mempengaruhi tim. (Foto: Saracen Interiors)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebanyakan pekerja dapat diidentifikasikan dalam dua jenis: mereka yang bisa berkonsentrasi saat siang hari dan mereka yang aktif secara pemikiran di malam hari. sebuah penelitian berhasil menemukan perbedaan sistem kerja tersebut. 

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Sidney memeriksa adanya keanekaragaman kronograf dari orang-orang dengan berbagai jenis pekerjaan. 

Penelitian tersebut mengacu pada ritme sirkadian atau jam tubuh yang merupakan dasar dari bagaimana kecenderungan biologis seseorang terhadap periode aktivitas dan istirahat. 



Mereka menemukan, waktu produktivitas seseorang bergantung pada kronotip mereka dimana pada pekerja 'pagi' mengalami penurunan energi pada sore hari, pekerja 'petang' lebih produktif di malam hari, dan pekerja 'menengah' mengalami puncak produktif di siang hari. 

(Baca juga: Kerusakan Sistem Saraf Dapat Mengganggu Produktivitas Kerja)

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Academy of Management Review tersebut melihat bagaimana keragaman kronograf mempengaruhi kinerja tim dalam hal koordinasi, pemrosesan informasi dan keterbukaan perilaku. 

Mereka menemukan bahwa terutama untuk tugas-tugas yang dikerjakan secara mandiri oleh staf yang saling tergantung sebaiknya memiliki siklus sirkadian yang sama sehingga mereka berpuncak pada waktu yang tepat, misalnya pada mereka yang bekerja unuk situasi darurat dan tim bedah.

Namun, untuk pekerjaan yang membutuhkan perhatian terus-menerus dan anggota tim harus waspada setiap saat, seperti awak pesawat jarak jauh, perawat dan polisi yang mengawasi, perbedaan kronograf pada para pekerjanya menjadi suatu hal yang menguntungkan. 



"Perbedaan fisiologis ini sangat penting dalam konteks pekerjaan dan kita harus mengerti bagaimana hal itu mempengaruhi tim," ujar penulis studi Stefan Volk kepada Sydney Morning Herald.

Perbedaan kronograf, menurutnya, dapat memberi sisi positif dan negatif pada suatu pekerjaan.

"Dengan mempelajari apa yang diketahui dari ilmu kedokteran dan biologi tentang berfungsinya tubuh manusia, saya percaya bahwa kita dapat memperbaiki kinerja karyawan dengan berbagai cara termasuk, namun tidak terbatas pada keselamatan kerja dan kerja tim yang efektif," imbuhnya. 






(TIN)