Konsumsi Kentang Goreng Berlebih Tingkatkan Risiko Kematian

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 13 Jun 2017 14:28 WIB
kesehatan
Konsumsi Kentang Goreng Berlebih Tingkatkan Risiko Kematian
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi minimal dua kali seminggu kentang goreng dapat meningkatkan risiko kematian. (Foto: Pinterest/Pretty Simple Sweet)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kentang goreng adalah salah satu cemilan yang digemari banyak orang. Namun, sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi minimal dua kali seminggu makanan tersebut dapat meningkatkan risiko kematian. 

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition tersebut melakukan penelitian pada 4.400 orangtua berusia 45-79 tahun selama delapan tahun terkait konsumsi kentang. Sebanyak 236 orang meninggal pada akhir penelitian. 

Setelah melihat pada beberapa faktor, konsumsi kentang secara umum tak menigkatkan risiko kematian. Namun, saat melihat bagaimana jenis olahan, mereka menemukan bahwa makan kenang yang digorang setidaknya dua kali seminggu dapat menyebabkan risiko kematian meningkat dua kali lipat. 

(Baca juga: Tips Memasak Kentang Goreng yang Renyah)

Sementara, untuk jenis olahan kentang yang tak digoreng (seperti salad kentang, kentang rebus, atau kentang tumbuk) tidak menyebabkan peningkatan risiko. 

"Justru, jenis olahan tersebut tergolong sehat karena mengandung jumlah serat, vitamin, dan mikronutrisi yang baik sehingga dapat menyeimbangkan efek merugikan terkait indeks glikemik yang tinggi pada kentang," demikian menurut para peneliti, seperti dilansir Time.com. 

Kentang goreng, di sisi lain, memiliki banyak kandungan lemak dan tambahan garam. 

Center for Nutrition Policy and Promotion di Amerika Serikat menyarankan penyajian sayuran 3-5 kali dalam sehari. Kentang, yang masuk dalam kategori tersebut, banyak dipilih masyarakat karena memiliki kandungan lemak yang rendah jika tidak diolah dengan cara digoreng.








(TIN)