Otak Dapat Mendeteksi Gejala Awal Penyakit pada Orang Lain

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 26 May 2017 12:57 WIB
studi kesehatan
Otak Dapat Mendeteksi Gejala Awal Penyakit pada Orang Lain
Terdapat perbedaan yang signifikan dalam bagaimana orang cenderung lebih memilih dan mau bersosialisasi dengan orang-orang yang sehat daripada orang sakit. (Foto: Pinterest/500px.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa otak manusia dapat menemukan adanya indikasi penyakit di stadium awal sehingga bisa menghindari orang yang sakit. 

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa indra penglihatan dan penciuman manusia cukup jeli dalam menyadari bahwa seseorang menderita penyakit sebelum penyakit tersebut terlihat. 

Sistem imun dalam manusia memang efektif untuk melawan penyakit, namun karena hal tersebut mengeluarkan banyak energi, maka akan lebih baik jika menghindari penyakit. 

"Studi ini menunjukkan bahwa otak manusia sebenarnya sangat bagus dalam hal menemukan penyakit dan penemuan ini memotivasi seseorang untuk berperilaku intervensi," penyidik utama Mats Olsson, Profesor di Institut Karolinska di Swedia.

(Baca juga: 6 Penyakit dengan Gejala Nyeri Sendi)

Pada peneliti mencoba mengaktifkan respons imun pada para partisipan dengan cara menyuntikkan bakteri yang tak terlalu berbahaya yang dapat menimbulkan gejala klasik penyakit seperti kelelahan, nyeri, dan deman selama beberapa jam untuk difoto dan direkam. Ketika cairan injeksi menghilang, maka gejala penyakit pun demikian. 

Sementara itu, kelompok partisipan lain diberikan bau dan foto dari kelompok pertama dan ditanyai seberapa mereka senang melihat keduanya, di mana pada saat bersamaan aktivitas otak mereka diukur dengan menggunakan pemindai resonansi magnetik.

Mereka dimintai pendapat perihal beberapa foto yaitu foto partisipan yang terlihat sakit, terlihat atraktif, dan partisipan yang ingin diajak untuk bersosialisasi. 

"Terdapat perbedaan yang signifikan dalam bagaimana orang cenderung lebih memilih dan mau bersosialisasi dengan orang-orang yang sehat daripada orang sakit, dan sistem kekebalan mereka menjadi aktif secara tak alami," papar Olsson. Ia menambahkan, otak juga bisa melihat adanya sinyal lemah pada beberapa indra pada orang lain. 





(TIN)