Studi: Olahraga Sepeda Statis Berbahaya untuk Pemula

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 13 Jun 2018 11:26 WIB
studi kesehatan
Studi: Olahraga Sepeda Statis Berbahaya untuk Pemula
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Salah satu olahraga yang dianggap cukup efektif adalah sepeda statis atau spin. Sayangnya, olahraga satu ini justru tak baik dengan kondisi tertentu. 

Sepeda statis adalah olahraga yang dapat dapt membakar banyak kalori dan melatih tubuh. Namun, untuk Anda yang masih pemula, sebaiknya tidak langsung melakukannya dengan intensitas tinggi. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Medicine menyebutkan bahwa olahraga sepeda statis intensitas tinggi dapat mengakibatkan rhabdomyolysis, sindrom serius yang disebabkan oleh cedera otot, sering terjadi pada pemula. 

Rhabdomyolysis terjadi ketika trauma otot yang parah, karena kurangnya oksigen dan menyebabkan otot pecah sehingga isinya masuk ke dalam aluran darah. Akibatnya, bisa terjadi komplikasi serius seperti gagal ginjal.

Kondisi tersebut umumnya terjadi pada korban luka akibat keruntuhan bangunan, jatuh, atau kecelakaan mobil. Para peneliti melihat dampak yang sama pada olahraga spin. 

Pada dasarnya, gangguan tersebut tak memiliki gejala dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kondisi kerusakan parah, penderita biasanya akan mengalami masalah seperti warna urin gelap, nyeri otot, mual dan perasaan lemas.

Bahkan, American Academy of Family Physicians menyebutkan bahwa kadar mioglobin yang tinggi dalam darah akibat rhabdomyolysis dapat menyebabkan gagal jantung dan gagal ginjal.

Menurut Dr Maureen Brogan, penulis utama studi dan spesialis ginjal di Westchester Medical Center, untuk berputar agar aman, perlu ada beberapa pedoman.

"Sepeda statis adalah olahraga yang bagus, tetapi orang-orang harus sadar bahwa mereka harus melakukannya secara perlahan di awal. Harus ada beberapa pedoman," ujar Dr Maureen Brogan, penulis utama studi dan spesialis ginjal di Westchester Medical Center.

Persoalan yang perlu disoroti dalam kasus ini adalah orang menggunakan otot terbesar dalam tubuh, yaitu paha depan dan gluteus maximus, secara intens. 

Di satu sisi, Robert Arreaga, personal trainer dari Equinox di New York City setuju dengan Dr Brogan, meskipun risikonya kecil. 

"Sepeda statis untuk mereka yang sudah ahli. Anda tak bisa bangun pagi tanpa melakukan apapun dan langsung bersepeda statis," pungkasnya. 





(DEV)