Alasan Kepala Terasa Pusing Setelah Menangis

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 02 Aug 2018 14:03 WIB
kesehatan
Alasan Kepala Terasa Pusing Setelah Menangis
Menurut Lawrence Newman, M.D. selaku direktur divisi sakit kepala di NYU Langone Health mengatakan kebanyakan orang merasa sakit kepala karena tegang saat menangis. (Foto: Daniel Garcia/Unsplash.com)

Jakarta: Apakah Anda merasa pusing setelah menangis cukup lama? Jika iya, ada penjelasan ilmiah mengapa hal tersebut terjadi. 

Meskipun tak yakin penuh, beberapa ahli mengungkapkan bahwa terdapat beberapa teori kuat yang mengarah pada jenis rasa sakit apa yang dialami.

Menurut Lawrence Newman, M.D. selaku direktur divisi sakit kepala di NYU Langone Health, kebanyakan orang merasa sakit kepala karena tegang saat menangis. Ketegangan tersebut menyebabkan rasa tak nyaman. 

Umumnya, sakit kepala tersebut tidak mengarah ke mual atau sensitif pada cahaya seperti saat merasa sakit kepala sebelah atau migrain.

"Ketika Anda menangis, Anda mengencangkan dahi dan juga leher dan belakang kepala," kata Newman. 

Seseorang yang mengalami tangisan yang panjang dan keras akan memperpanjang penyempitan otot-otot pada bagian tersebut sehingga menyebabkan sakit kepala. 
 
(Baca juga: Ketahui Tiga Jenis Air Mata Anda)

Lama menangis juga bisa memengaruhi sinus. Saluran air mata mengalir ke saluran sinus. Inilah mengapa ingus mulai mengalir ketika menangis. Semua penumpukan tersebut membuat tekanan di pipi dan dahi.

Dalam beberapa kasus, menangis dapat mengaktifkan migrain, terutama pada mereka yang rentan terhadap gangguan tersebut. 

Itu karena, kata Newman, orang yang cenderung migrain memiliki otak yang terlalu sensitif, yang tidak melakukan perubahan dengan baik.

"Ada banyak pemicu yang berbeda (untuk migrain), termasuk stres yang merupakan pemicu nomor satu dan relaksasi setelah stres," pungkas Newman. 

Ketika menangis, tubuh jelas dalam keadaan stres, sehingga mudah memicu rasa sakit yang hebat, bersamaan dengan mual dan sensitivitas cahaya dan suara (tanda-tanda lain dari migrain), ia menambahkan.

Newman mengatakan penting untuk dicatat bahwa menangis dapat mengaktifkan migrain, tetapi itu tidak berarti itulah penyebabnya. 

"Ada mitos besar bahwa migrain adalah hanya perasaan saja dan istirahat sejenak akan menghilangkannya," katanya. 

Tapi, lanjutnya, gangguan tersebut bisa datang lagi karena penyebab utamanya adalah genetika. 





(TIN)