Tidur Nyenyak Bumil Meminimalisasi Potensi Prematur

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 06 Aug 2018 12:45 WIB
kehamilan
Tidur Nyenyak Bumil Meminimalisasi Potensi Prematur
Menurut sebuah penelitian menyebutkan, tidur nyenyak selama mengandung menurunkan risiko kelahiran prematur. (Foto: Bruce Mars/Unsplash.com)

Jakarta: Kualitas tidur menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil. Sebab, istirahat yang baik sangat bagus untuk kesehatan kandungan.

Menurut sebuah penelitian menyebutkan, tidur nyenyak selama mengandung menurunkan risiko kelahiran prematur. 

"Orang dewasa tidur untuk sepertiga dari hidup mereka, demikian juga bayi yang belum lahir tertidur untuk sepertiga dari kehamilan mereka, sehingga masuk akal bahwa tidur ibu dapat berdampak pada kesehatan janin," kata pemimpin peneliti Jane Warland saat dikutip dari WebMD.

Profesor di University of South Australia itu juga menyebutkan, posisi tidur juga memengaruhi kondisi janin. Seperti posisi tidur telentang yang disebut dapat menghambat penyaluran oksigen.

(Baca juga: Lima Penyebab Insomnia pada Bumil)


(Profesor di University of South Australia itu juga menyebutkan, posisi tidur juga memengaruhi kondisi janin. Seperti posisi tidur telentang yang disebut dapat menghambat penyaluran oksigen. Foto: Ryan Franco/Unsplash.com)

"Mungkin dengan mengurangi pengiriman oksigen dan nutrisi ke plasenta," jelas Warland.

Warland juga menyampaikan, timnya menemukan konsistensi diantara para ibu yang menderita apnea tidur obstruktif, tidur pendek dan kualitas tidur yang buruk. Jenis kualitas tidur tersebut memiliki potensi yang sama terhadap kelahiran prematur.

"Kemungkinan kelahiran prematur, dan mungkin bahkan kelahiran mati," sebut dia.

Warland mengatakan, temuan paling signifikan menunjukkan hubungan antara kelahiran prematur dan sleep apnea pada ibu memiliki hubungan yang sangat erat. Hal itu diperkuat juga oleh empat dari lima penelitian yang lebih besar menunjukkan hubungan yang jelas antara keduanya.

Meski memiliki hubungan, Warland menyebutkan peninjauan itu tidak membuktikan sebab-akibat. Penelitian yang dilakukan hanya untuk melihat asosiasi antara kurang tidur dengan kelahiran prematur.

"Dengan menyelidiki bidang studi penting ini, kami berharap dapat memberikan informasi penting kepada dokter dan keluarga yang dapat menjaga kesehatan dan kesejahteraan bayi sejak dalam kandungan, dan mengurangi insiden hasil janin yang buruk," kata Warland. Temuan ini dipublikasikan online baru-baru ini di Sleep Medicine Reviews.





(TIN)