Pola Makan Beragam Belum Tentu Menyehatkan

Raka Lestari    •    Minggu, 12 Aug 2018 16:05 WIB
diet
Pola Makan Beragam Belum Tentu Menyehatkan
(Foto: BBC)

Jakarta: Pola makan yang baik adalah dengan mengonsumsi berbagai asupan nutrisi, tidak kurang dan tidak lebih. 

Namun baru-baru ini para ilmuwan menemukan bahwa memilih pola makan yang memiliki ragam nutrisi belum tentu mengarah pada kesehatan yang lebih baik. 

Bahkan, diet atau pola makan yang lebih beragam, menurut beberapa studi terbaru yang dikaji oleh komite AHA, justru memiliki dampak buruk. Marcia de Oliveira Otto, asisten profesor epidemiologi, genetika manusia, dan ilmu lingkungan di UT Health School of Public Health di Houston mengatakan hal tersebut tidak mengejutkan. 

"Untuk mengukur variasi, sebagian besar studi menanyakan orang-orang tentang jumlah makanan yang berbeda yang mereka makan mulai dari makanan ringan hingga produk segar. Dan ternyata orang yang makan lebih banyak makanan juga cenderung makan lebih banyak makanan yang tidak sehat, termasuk makanan ringan, kue dan makanan yang diolah, dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi satu jenis makanan seperti buah dan sayuran saja yang dianggap tidak memiliki pola makan yang beragam," ujar Otto. 

Menurut Otto, hal itu bukan berarti bahwa mengonsumsi makanan yang beragam tidak baik untuk Anda. 

"Hanya saja, orang menafsirkan kata "variasi" untuk memasukkan semua jenis makanan, dan beberapa di antaranya mungkin belum tentu sehat." 

Pola makan yang beragam, dengan kata lain, tidak berarti Anda bebas mengonsumsi makanan yang mengandung berbagai makanan yang tidak sehat dan sehat, namun sebaiknya lebih banyak makanan yang mengandung nabati, buah-buahan, sayuran, minyak sayur dan daging tanpa lemak, dan mengurangi daging merah, dan makanan bergula.

Lihat video:




(DEV)