Kenali Pemicu Psoriasis, Penyakit Kulit yang Menyakitkan

Torie Natalova    •    Jumat, 29 Jun 2018 07:42 WIB
psoriasis
Kenali Pemicu Psoriasis, Penyakit Kulit yang Menyakitkan
Ketika seseorang menderita psoriasis, sel-sel kulit terbentuk sekitar delapan kali lebih cepat dari biasanya. (Foto: Rachael Crowe/Unsplash.com)

Jakarta: Terkadang, kulit setiap orang dapat menjadi kering dan sedikit terkelupas. Biasanya, ini bisa diatasi dengan mengoleskan pelembap lebih sering, mengganti sabun atau deterjen pakaian serta menghindari alergen kulit seperti nikel dan bahan pengawet tertentu.

Namun, saat kulit Anda ternyata tak hanya sekedar kering dan menjadi gatal, menyakitkan dan kasar yang tak kunjung hilang, mungkin saja Anda menderita psoriasis.

Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan penumpukan sel-sel kulit. Penumpukan ini menyebabkan lesi atau kulit seperti tambalan kasar yang bersisik, merah, dan meradang. Psoriasis dapat menyerang bagian tubuh manapun tapi paling sering terjadi di belakang siku, lutut, kulit kepala, punggung, wajah, telapak tangan dan kaki.

(Baca juga: Mengenal Penyakit Psoriasis)


(Terkadang, kulit setiap orang dapat menjadi kering dan sedikit terkelupas. Biasanya, ini bisa diatasi dengan mengoleskan pelembap lebih sering, mengganti sabun atau deterjen pakaian serta menghindari alergen kulit seperti nikel dan bahan pengawet tertentu. Foto: Raechel Romero/Unsplash.com)

Ketika seseorang menderita psoriasis, sel-sel kulit terbentuk sekitar delapan kali lebih cepat dari biasanya, mengelupas di tingkat yang sama dengan kulit normal.

Perlu dicatat bahwa psoriasis tidak menular. Meski tidak menular dengan bersentuhan, ruam pada kulit tidak menyenangkan untuk dilihat dan bisa jadi memalukan jika berada di bagian tubuh yang terlihat oleh orang lain.

Penyebab psoriasis secara pasti tidak diketahui pasti. Sel darah putih dalam tubuh yang disebut sel T, dapat dianggap sebagai bagian dari departemen pertahanan tubuh Anda, kemudian salah berpikir bahwa tubuh sedang diserang. Mereka mulai menghasilkan protein yang mempromosikan peradangan.



(TIN)