Konsumsi Yogurt Rendah Lemak Tingkatkan Risiko Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 17 Sep 2016 20:35 WIB
kesehatan
Konsumsi Yogurt Rendah Lemak Tingkatkan Risiko Depresi
Yogurt (Foto: guardian)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi yang melibatkan 15 ribu orang  mengungkapkan bahwa kemungkinan wanita yang makan yogurt berlemak secara rutin mengalami depresi lebih kecil dibandingkan mereka yang tidak.

Meskipun penelitian tersebut tak bisa menunjukkan hubungan sebab-akibat, para peneliti merasa probiotik, bakteri yang tinggal dalam makanan fermentasi adalah penyebabnya.

Penelitian ini tak berlaku bagi pria, pengonsumsi yogurt rendah lemak, atau suplemen prebiotik yang dikira dapat meningkatkan perkembangan bakteri usus. Faktanya, makan yogurt rendah lemak dapat meningkatkan depresi.

Dalam kasus ini, para peneliti beranggapan depresi dapat memengaruhi kebiasaan makan karena hasilnya tidak lagi berdampak secara statistik ketika depresi awal tidak dilibatkan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis mikroba yang tinggal dalam tubuh manusia memengaruhi tingkat suasana hati dan kecemasan seseorang, seperti yang telah diujicobakan pada tikus.

Untuk membuktikannya pada manusia, para peneliti mengumpulkan informasi seputar pola makan dan kesehatan selama 10 tahun dari 14.539 pria dan wanita yang awalnya bebas depresi.

Selama itu, 727 partisipan didiagnosis depresi. Namun, mereka tak melihat adanya hubungan antara prebiotik dan depresi, atau peningkatan risiko pada pria.

Saat melihat pada wanita, ternyata mereka yang makan yogurt setiap hari 34 persen lebih kecil mengalami depresi dibanding mereka yang makan sekitar tiga kali dalam sepekan.

Secara mengejutkan, mereka melihat hal sebaliknya pada yogurt rendah lemak. Partisipan yang makan lebih banyak yogurt ini 32 persen lebih tinggi berisiko mengalami depresi.

Namun, hasil tersebut ditemukan pada dua tahun pertama di mana para peneliti menganggap terjadi keberbalikan yang artinya seseorang terlebih duku mengalami depresi baru kemudian mengkonsumsi yogurt rendah lemak.

"Sayangnya kami tak punya data mengapa wanita depresi mengonsumsi yogurt rendah lemak," ujar pemimpin studi Aurora Pérez Cornago, PhD, seorang epidemologis nutrisi dari University of Oxford.


(ELG)