Rokok Elektrik Sama Bahayanya dengan Rokok Biasa

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 23 Aug 2016 15:22 WIB
kesehatan
<i>Rokok Elektrik Sama Bahayanya dengan Rokok Biasa</i>
(Foto: Ibtimes)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wacana kenaikan harga rokok membuat beberapa orang berpikir untuk beralih ke rokok elektrik atau vapor. Namun, apakah itu pilihan yang lebih baik?

"Rokok elektrik sama saja bahayanya dengan rokok biasa," ujar Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, saat ditemui di Konferensi pers pembukaan Global Health Security Agenda (GHSA) Action Package Coordination Meeting di Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Mengkaji bahaya rokok elektrik, Nila tidak menyarankan menggunakan rokok eletrik sebagai pengganti rokok.

Bahaya rokok elektrik memang banyak dibahas dalam jurnal ilmiah. Para ilmuwan menemukan, rokok elektrik membuat kerusakan pada sel dan DNA, yang kemudian memicu  kanker.

Peneliti dari San Diego melakukan pengujian terhadap rokok elektrik, versi nikotin dan bebas nikotin.

Pada versi bebas nikotin, uap rokok saja sudah cukup untuk membuat 50 persen sel DNA tidak berfungsi. Sementara pada versi nikotin, kerusakan DNA terjadi tiga kali lipat.


"Dalam rokok elektrik, ada komponen karsinogenik yang berbahaya," ujar Prof Wang Rodriguez, spesialis kanker kepala dan leher, seperti dikutip Telegraph.

Salah satunya adalah formaldehida dan diacetyl, karsinogen yang berkaitan dengan kanker paru-paru.


(DEV)