Makan Es Krim saat Sarapan Membuat Anda Lebih Pintar?

Torie Natalova    •    Sabtu, 26 Nov 2016 15:17 WIB
kesehatan
Makan Es Krim saat Sarapan Membuat Anda Lebih Pintar?
Makan Es Krim saat Sarapan Membuat Anda Lebih Pintar? (Foto: sutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anda pasti sudah sering mendengar bahwa sarapan sangat penting untuk memulai hari dengan segudang aktivitas. Tapi, penelitian terbaru dari Jepang menunjukkan yang lain.

Profesor Yoshihiko Kogafrom dari Tokyo's Kyorin University mengklaim bahwa makan makanan yang manis di pagi hari dapat meningkatkan fungsi mental.

Ia melakukan penelitian dengan sekelompok orang yang mengonsumsi makanan beku setelah bangun tidur, kemudian dilakukan latihan mental pada komputer. Ini dibandingkan dengan kelompok orang yang sarapan dengan makanan yang standar.

Mereka yang makan makanan beku di pagi hari memiliki keterampilan kognitif yang lebih besar, waktu reaksi yang cepat dan keterampilan mengolah yang kuat. Mereka juga tampaknya menunjukkan frekuensi tinggi gelombang Alpha, yang berperan sebagai pembangkit kewaspadaan.

Dengan berasumsi bahwa hal tersebut berkaitan dengan suhu beku, ia mengulangi tes yang sama dengan air es. Namun, meski ada perbaikan yang serupa, tapi hasilnya tidak substansial.

Temuan menunjukkan korelasi antara suhu dan gula yang dikombinasikan meski ini belum sepenuhnya dapat dikonfirmasi. Tetapi, ini adalah kali pertama makanan penutup direkomendasikan untuk menu sarapan agar Anda tetap bugar sepanjang hari.

Pada tahun 2012, peneliti dari Tel Aviv University melakukan penelitian serupa yang menemukan bahwa kue cokelat yang dimakan saat sarapan dapat membantu menurunkan berat badan.

Dr Daniela Jakubowicz dari Tel Aviv University mengklaim bahwa mengonsumsi gula yang sarat karbohidrat dan protein biasanya dapat membantu mengendalikan nafsu makan dalam jangka panjang.

Namun, para ilmuwan di Georgia State University menemukan, makan makanan emulsifier seperti yang ditemukan dalam es krim dapat mengubah bakteri usus sesorang menjadi buruk dan beberapa penelitian menunjukkan hal ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus.


(ELG)

Video /