Gaya Hidup Sehat Kurangi Risiko Serangan Jantung Turunan

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 15 Nov 2016 13:05 WIB
kesehatan
Gaya Hidup Sehat Kurangi Risiko Serangan Jantung Turunan
Para peneliti menemukan bahwa nilai risiko genetik yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan insiden koroner hingga 90 persen. (Foto: Boldsky)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berdasarkan sebuah penelitian asal India, menjalani pola hidup sehat dapat mengurangi risiko serangan jantung atau penyakit semacamnya yang disebabkan oleh faktor genetik hingga setengahnya.

"Dasar dari penelitain ini adalah DNA, bukan takdir," ujar penulis senior Sekar Kathiresan, pemimpin di  Pusat Penelitian Genetik Manusia di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Amerika.

Studi yang dipublikasikan New England Journal of Medicine tersebut menunjukkan bahwa faktor gaya hidup seperti tidak merokok, menghindari berat badan berlebih dan olahraga teratur secara signifikan dapat mengurangi kejadian  penyakit koroner.

"Beberapa orang mungkin merasa mereka tak bisa keluar dari risiko genetis terkena serangan jantung, namun penelitian kami mengindikasi bahwa menjalani pola hidup yang sehat dapat mengurangi risiko genetik secara kuat," tambah wanita yang merupakan profesor kedokteran di Harvard Medical School tersebut.

Ia menambahkan, kebanyakan orang, baik dokter maupun tenaga medis, menyatakan bahwa risiko genetik adalah sesuatu yang tak bisa dihindari, namun hal tersebut tak terlihat pada kasus serangan jantung.

Penelitian tersebut menganalisa data genetik dan klinis pada lebih dari 55 ribu partisipan dalam empat studi berskala besar.

(Baca juga: Gaya Hidup Anda Sudah Sehat? Cek lewat Rambut Yuk!)

Setiap partisipan dalam analisis tersebut dilihat berdasarkan angka risiko genetik, berdasarkan hasil studi sebelumnya yang menunjukkan 50 persen variasi gen mampu meningkatkan risiko serangan jantung.

Berdasarkan data yang digabungkan dari para partisipan, para investigator menggunakan empat faktor gaya hidup: tidak merokok saat itu, tidak obesitas yang ditandai dengan indeks massa tubuh kurang dari 30, dan olahraga fisik sekali seminggu, dan pola makan yang sehat untuk menentukan nilai gaya hidup apakah baik (3-4 faktor), menengah (2 faktor), dan tidak baik (1 atau tidak sama sekali).

Para peneliti menemukan bahwa nilai risiko genetik yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan insiden koroner hingga 90 persen.

Setiap gaya hidup yang dilakukan mampu mengurangi risiko, namun pada kelompok tak baik terjadi peningkatan level dalam hal hipertensi, diabetes, dan faktor risiko lain yang diketahui dalam studi tersebut. 








(TIN)