Mengapa Vaksin HIV Sulit Ditemukan?

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 29 Nov 2016 17:48 WIB
aids
Mengapa Vaksin HIV Sulit Ditemukan?
(Foto: Time)

Metrotvnews.com, Jakarta: Percobaan vaksin HIV pertama telah dilakukan selama tujuh tahun di Afrika Selatan. Percobaan bernama HVTN 702 tersebut mengujicoba 5.400 pria dan wanita berusia 18-35 tahun yang aktif secara seksual di Afrika Selatan, dimana lebih dari seribu orang terinfeksi HIV setiap harinya.

Meskipun para ilmuwan telah menciptakan vaksin untuk berbagai penyakit, namun mengembangkan vaksin HIV sangat menantang. Sebagai penggantinya, dokter biasanya menggunakan obat pencegahan seperti Truvada untuk membantu mencegah kontraksi virus pada orang yang tidak terinfeksi namun berisiko tinggi.

Mengapa vaksin HIV sulit ditemukan?

Virus HIV tak sama seperti virus lainnya dalam beberapa hal. Umumnya, ketika seseorang terinfeksi virus, sistem imun tubuh akan menciptakan antibodi yang akan menyasar virus tersebut. Namun, pada virus HIV, proses pembuatan antibodi tidak terjadi.

"Salah satu alasan mengapa sulit membuat vaksin AIDS adalah karena virus tersebut menginfeksi setiap sel dalam sistem imun yang seharusnya menginduksi kekebalan tubuh," ujar peneliti senior Dr Guido Silvestri, kepala mikrobiologi dan imunologi di Yerkes National Primate Research Center dalam sebuah pernyataan.

Namun, para ahli berharap uji coba vaksin baru akan bekerja lebih baik daripada upaya sebelumnya.

Vaksin baru tersebut didasarkan pada versi percobaan klinis di Thailand, dan hasilnya telah dirilis pada 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin itu sekitar 30 persen efektif untuk mencegah infeksi lebih dari 3,5 tahun.

Dalam percobaan baru, peneliti berharap untuk memacu perlindungan yang lebih besar terhadap virus menjadi lebih lama. Hasil yang diharapkan akan tersedia pada akhir 2020.


(DEV)