Berjalan Kaki Bantu Cegah Pikun pada Lansia

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 28 Dec 2017 12:23 WIB
studi kesehatan
Berjalan Kaki Bantu Cegah Pikun pada Lansia
Berjalan Kaki Bantu Lansia Cegah Pikun (Foto: Shutterstock)

Jakarta: Berjalan kaki terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kepadatan tulang dan menyehatkan jantung. Lebih dari itu, olahraga yang bisa dilakukan dimana saja ini ternyata juga baik untuk kesehatan otak.

Tim riset dari University of California, Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa lansia yang memiliki masalah memori menjadi lebih cepat memproses informasi setelah berjalan lebih dari 4.000 langkah atau setara 2 mil dalam sehari.

"Kami melihat bagaimana aktivitas fisik memengaruhi ketebalan struktur otak dan juga kinerja kognitif orang dewasa di atas 60 tahun," jelas penulis Prabha Siddarth seperti dilansir dari Web MD.

Ketebalan, jelas Siddarth, dianggap sebagai indikator awal sensitivitas dan kesehatan otak. Ketebalan otak juga penting untuk pemrosesan pikiran.

Untuk mengeksplorasi manfaat kesehatan otak dari berjalan, tim memusatkan perhatian pada 26 pria dan wanita berusia antara 61 hingga 88 tahun, yang mana 70 persennya adalah wanita. Meski tak ada yang menderita demensia, banyak yang mengeluh soal ingatan.

Selama satu minggu, peserta dilengkapi dengan accelerometer untuk melacak aktivitas, dan dibagi menjadi dua kelompok; berjalan 4.000 langkah per hari, dan yang kurang dari 4.000 langkah per hari.

Peserta juga menjalani tes MRI untuk menilai kemampuan ingatan, keterampilan belajar, verbal, kemampuan penguasaan informasi, fungsi pengambilan keputusan, dan kemampuan melaksanakan tugas.

Hasilnya, mereka yang berjalan 4.000 langkah per hari memiliki otak yang lebih tebal di area hippocampus dan sekitarnya, yang secara kolektif menunjukkan kemampuan berpikir dan ingatan yang lebih baik.




(DEV)