Lima Mitos Mengenai Cuka Apel yang Salah

Raka Lestari    •    Selasa, 26 Dec 2017 10:57 WIB
kesehatan
Lima Mitos Mengenai Cuka Apel yang Salah
Meski memang memiliki kata "apel" pada namanya, cuka sari apel tidak memiliki semua nutrisi seperti mengonsumsi apel. (Foto: Alexander Mils/Unsplash.com)

Jakarta: Cuka apel digadang-gadang sebagai salah satu obat yang mujarab untuk mengobati berbagai penyakit. Obat ini mulai digemari menjadi obat mujarab dengan banyaknya orang yang melakukan diet sari cuka apel. Tetapi, apakah memang benar sari cuka apel dapat menjadi obat mujarab untuk berbagai macam penyakit?

Berikut ini adalah penjelasannya dilansir dari Reader's Digest.

1. Semua sari cuka apel sama
Banyak orang percaya bahwa cuka sari apel hanyalah cuka yang terbuat dari sari apel, tapi sebenarnya memiliki dua versi yaitu yang disaring dan tidak disaring. Jenis yang tidak disaring mungkin paling baik untuk Anda.

Ada beberapa cara untuk membedakannya, yang jernih dan tembus pandang kemungkinan besar telah disaring dan diproses yang berarti telah kehilangan beberapa elemen yang memberikan manfaat kesehatan. Jenis terbaik akan terlihat sangat keruh dan coklat.

2. Dapat menyembuhkan diabetes
Banyak yang bisa mengklaim bahwa cuka sari apel adalah senjata efektif bagi penderita diabetes karena kemampuannya untuk menstabilkan kadar glukosa dan mencegah lonjakan gula darah yang berbahaya.

Namun, meski mungkin bermanfaat bagi orang dengan resistensi insulin atau untuk mencegah diabetes di masa depan, tidak ada bukti ilmiah yang mengindikasikan bahwa obat tersebut akan menggantikan insulin dan obat diabetes lainnya yang diperlukan untuk menyembuhkan atau mencegahnya.


(Meski memang memiliki kata "apel" pada namanya, cuka sari apel tidak memiliki semua nutrisi seperti mengonsumsi apel. Foto: Courtesy of Livestrong.com)

(Baca juga: Cara Ideal Minum Cuka Sari Apel)

3. Tidak berbahaya
Ya, cuka sari apel sangat menakjubkan karena banyak manfaat kesehatannya, tapi bukan berarti tidak ada efek samping. Hati-hati agar mengonsumsinya dengan benar. Sifatnya yang asam dapat membuat cuka sari apel mengikis enamel gigi jika dikonsumsi tanpa pengenceran sama sekali. Jika sering mengonsumsinya dalam dosis tinggi berpotensi dapat menurunkan kadar potasium.

4. Bisa mencegah kanker
Meskipun ada berbagai penelitian yang telah menguji sari cuka apel karena potensinya yang dapat melawan kanker, semua hasil tersebut dianggap masih belum meyakinkan, menurut Health and Fitness Cheat Sheet. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cuka sari apel dapat menyebabkan berkurangnya risiko terkena kanker kerongkongan. 

Namun beberapa di antaranya menunjukkan bahwa hal itu dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker kandung kemih. Pada akhirnya, aman untuk mengatakan bahwa meskipun cuka sari apel hebat dalam membersihkan saluran pencernaan Anda, itu tidak berarti Anda kebal dari kanker usus besar.

5. Memiliki efek yang sama seperti mengonsumsi apel
Meski memang memiliki kata "apel" pada namanya, cuka sari apel tidak memiliki semua nutrisi seperti mengonsumsi apel. Hal itu karena mungkin berasal dari apel yang difermentasi, sehingga proses penyulingan dan likuidasi dapat menyebabkan nutrisi seperti serat dan vitamin C yang terdapat dalam apel tidak muncul di cuka sari apel.











(TIN)