Terlalu Sibuk dengan Gawai Bisa Jadi Pertanda Depresi pada Remaja

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 16 Nov 2017 12:45 WIB
Terlalu Sibuk dengan Gawai Bisa Jadi Pertanda Depresi pada Remaja
Para peneliti menemukan bahwa 48 persen remaja yang menghabiskan lima jam atau lebih per hari pada alat elektronik melaporkan setidaknya melakukan satu kali hal yang berhubungan dengan bunuh diri. (Foto: NeONBRAND/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menyebutkan bahwa salah satu gejala depresi dan bunuh diri yang cukup terlihat pada remaja adalah meningkatnya waktu menatap ke layar gawai.

"Peningkatan isu kesehatan mental pada remaja adalah alarm bagi kita. Remaja sedang memberitahu bahwa mereka tengah berjuang, dan kita perlu mendengarkan dengan serius," tukas Jean Twenge, profesor psikologi di San Diego State University.

Para peneliti memeriksa data kuesioner dari lebih 500 ribu remaja di Amerika Serikat dan melihat data statistik bunuh diri dari Centers for Disease Control and Prevention.

Mereka menemukan bahwa angka bunuh diri pada remaja berusia 13-18 tahun meningkat 65 persen antara tahun 2010 hingga 2015, termasuk angka percobaan bunuh diri.

Sementara, laporan terkait gejala depresi parah meningkat 58 persen.


(Para peneliti menemukan bahwa 48 persen remaja yang menghabiskan lima jam atau lebih per hari pada alat elektronik melaporkan setidaknya melakukan satu kali hal yang berhubungan dengan bunuh diri. Foto: Oscar Nilsson/Unsplash.com)

(Baca juga: Dapatkah Media Sosial Membantu Remaja Mengatasi Depresi?)

"Ketika saya pertama kali melihat peningkatan mendadak ini, saya tak yakin apa penyebabnya," kata Twenge.

Ia melanjutkan, sebuah survei yang dilakukan pada jangka waktu serupa menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dalam memghabiskan waktu dengan gawai dan sedikit aktivitas lain. Sejauh ini, itu adalah perubahan terbesar dalam jangka lima tahun dan merupakan kabar buruk bagi kesehatan mental. 

Para peneliti menemukan bahwa 48 persen remaja yang menghabiskan lima jam atau lebih per hari pada alat elektronik melaporkan setidaknya melakukan satu kali hal yang berhubungan dengan bunuh diri, dibandingkan dengan 28 persen remaja yang menghabiskan waktu dengan gawai kurang dari satu jam.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Clinical Psychological Science tersebut, gejala depresi lebih umum terlihat pada remaja yang menghabiskan banyak waktu dengan gawai.

"Walaupun belum bisa dikatakan bahwa perkembangan pertumbuhan gawai menyebabkan masalah kesehatan, ini adalah perubahan terbesar pada hidup remaja antara tahun 2010 dan 2015," pungkas Twenge. Ia menyimpulkan, pembatasan waktu bermain gawai satu atau dua jam per hari akan membantu.









(TIN)