Kebiasaan Buruk Ini Picu Gangguan Bipolar saat Dewasa

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 02 Dec 2017 12:35 WIB
bipolar
Kebiasaan Buruk Ini Picu Gangguan Bipolar saat Dewasa
Kebiasaan Buruk Ini Picu Gangguan Bipolar Saat Dewasa (Foto: gettyimages)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa mereka yang merokok ganja saat remaja berisiko tiga kali lipat lebih tinggi mengalami gangguan bipolar saat dewasa.

Para peneliti dari University Of Warwick di Inggris menemukan bahwa penggunaan ganja saat remaja merupakan faktor risiko independen untuk mengalami hipomania atau gangguan bipolar di masa depan.

Tujuan dari penelitian tersebut adalah melihat adanya hubungan antara konsumsi ganja saat muda dengan hypomania di awal masa dewasa. Beberapa gejala dari hipomania adalah perubahan suasana hati, perilaku terlalu aktif dan bersemangat, dan durasi kebutuhan tidur yang berkurang.

Pemimpin studi Dr Steven Marwaha mengungkapkan bahwa kebiasaan menghisap ganja minimal dua atau tiga kali seminggu saat remaja berhubungan langsung dengan munculnya gejala bipolar bertahun-tahun kemudian.

Penggunaan ganja juga berhubungan dengan kekerasan seksual saat kecil dan hipomania, serta jenis kelamin pria dan hipomania. Marijuana juga dapat memberi dampak dalam hidup secara keseluruhan.

Dr Marwaha menjelaskan bahwa penggunaan ganja pada orang muda adalah hal yang umum dan berhubungan dengan gangguan kejiwaan.

Namun, kemungkinan hubungan antara penggunaan ganja dan gejala gangguan bipolar jarang diteliti.

"Penggunaan ganja saat remaja kemungkinan merupakan faktor risiko independen untuk hypomania masa depan, dan hal tersebut menunjukkan adanya hubungan sebab-musabab potensial. Dengan demikian, ini mungkin menjadi sasaran yang berguna untuk pencegahan hipomania ke depannya," pungkasnya.

Dr. Marwaha mencatat, ganja adalah salah satu hal ilegal yang paling umum digunakan di negara-negara barat.


(ELG)