Hindari Makanan Ini untuk Meningkatkan Kesuburan

Torie Natalova    •    Jumat, 10 Nov 2017 15:31 WIB
Hindari Makanan Ini untuk Meningkatkan Kesuburan
Dilansir dari Redonline.co.uk, dokter ahli kandungan di Inggris memberikan saran kepada pasangan yang ingin segera memiliki anak yakni terkait dengan makanan yang dikonsumsi. (Foto: Drew Hays on Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi sebagian pasangan yang telah menikah, perjuangan untuk memiliki anak tak semudah yang dibayangkan. Masalah kesuburan masing-masing pasangan pun menjadi salah satu kendala yang paling sering dihadapi.

Dilansir dari Redonline.co.uk, dokter ahli kandungan di Inggris memberikan saran kepada pasangan yang ingin segera memiliki anak yakni terkait dengan makanan yang dikonsumsi.



Berdasarkan laporan dari European Society for Human Reproduction and Embriology di Jenewa, makanan yang penting untuk meningkatkan kesuburan adalah mengurangi karbohidrat dan perbanyak protein.

Dr. Gillian Lockwood menggambarkan satu penelitian yang menunjukkan bahwa wanita yang menjalani program IVF atau bayi tabung dan mengonsumsi makanan rendah karbohidrat memiliki empat kali tingkat kehamilan wanita yang mengonsumsi makanan karbohidrat tinggi.

(Baca juga: Studi: Pada Masa Kehamilan, Calon Ayah Juga Alami Depresi)

Menurutnya, wanita harus banyak makan sayuran segar dan protein serta membatasi asupan karbohidrat mereka setiap hari. Misalnya, jika Anda sarapan roti panggang, maka itulah asupan karbohidratnya di hari itu. Mereka tidak bisa lagi makan roti atau karbohidrat lain untuk makan malam.



Grace Dugdale, ahli biologi reproduksi merekomendasikan hanya satu porsi karbohidrat sehari dan Anda harus memangkas karbohidrat putih seperti gula pasir, pasta dan nasi sepenuhnya. Pasalnya, makanan ini dapat menaikkan gula darah yang sangat merusak kesuburan.

Telur wanita adalah sel yang sangat besar dengan jumlah mitokondria yang sangat tinggi sehingga kualitasnya dapat terpengaruh akibat lonjakan gula darah. Pola makan yang buruk dan karbohidrat olahan juga dapat mempengaruhi kesuburan pria dan merusak DNA pada sperma.









(TIN)