Tekanan Kerja Picu Denyut Jantung Tak Beraturan

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 06 Jun 2018 15:56 WIB
studi kesehatan
Tekanan Kerja Picu Denyut Jantung Tak Beraturan
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Tekanan kerja yang terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah denyut jantung tak teratur atau fibrilasi atrium. Penyakit tersebut dapat menyebabkan stroke, demensia, gagal jantung, dan komplikasi lainnya. 

Sebuah studi menemukan bahwa stres di tempat kerja berkaitan dengan 48 persen lebih tinggi mengalami risiko fibrilasi atrium.

"Stres kerja sebelumnya dikaitkan dengan penyakit jantung koroner. Stres kerja harus dianggap sebagai faktor risiko yang disadari untuk mencegah fibrilasi atrial dan penyakit jantung koroner," kata penulis studi Eleonor Fransson dari Jonkoping University di Swedia.

Menurutnya, orang-orang yang merasa stres di tempat kerja dan berdebar-debar atau gejala lain dari fibrilasi atrium harus menemui dokter dan berbicara dengan atasan mereka tentang memperbaiki situasi di tempat kerja.

Studi yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology tersebut melibatkan 13.200 peserta yang terdaftar dalam Survei Pekerjaan Kesehatan Longitudinal Swedia (SLOSH) pada tahun 2006, 2008, atau 2010.

Tim penelitian mendefinisikan stres kerja sebagai tekanan dalam pekerjaan, yang mengacu pada pekerjaan dengan tuntutan psikologis tinggi yang dikombinasikan dengan kontrol yang rendah terhadap situasi kerja.

Peserta memiliki pekerjaan dan tidak memiliki riwayat fibrilasi atrium, serangan jantung, atau gagal jantung.

Mereka juga menyelesaikan survei tentang sosiodemografi, gaya hidup, kesehatan, dan faktor-faktor terkait pekerjaan yang mencakup pertanyaan tentang tuntutan dan kontrol pekerjaan.

Setelah dilakukan penelitian lanjutan selama 5,7 tahun, para peneliti mengidentifikasi bahwa stres kerja merupakan faktor risiko untuk fibrilasi atrium.

"Fibrilasi atrium adalah kondisi umum dengan konsekuensi serius dan oleh karena itu  penting bagi kesehatan masyarakat untuk menemukan cara mencegahnya," Fransson menjelaskan.

Gejala-gejala fibrilasi atrium adalah palpitasi, kelemahan, kelelahan, perasaan ringan, pusing, dan sesak napas.

 


(DEV)