Kenali Lima Jenis Lemak yang Ada pada Tubuh

Torie Natalova    •    Rabu, 25 Jul 2018 16:50 WIB
studi kesehatan
Kenali Lima Jenis Lemak yang Ada pada Tubuh
(Foto: Prevention)

Jakarta: Lemak sering ditafsirkan negatif. Padahal, tubuh membutuhkan lemak untuk menghasilkan kalori dan regenerasi sel. Hanya saja, memang ada jenis lemak yang baik dan jahat di dalam tubuh manusia. 

Pada dasarnya, lemak yang berwarna lebih gelap adalah jenis lemak baik, sementara lemak ringan atau putih adalah lemak yang terbentuk ketika pola makan dan gaya hidup Anda tidak sehat.

Berikut penjelasan tentang lemak yang dijabarkan ahli gizi Alix Woods, dilansir dari Prevention.

1. Lemak cokelat

Ini adalah lemak baik yang menyediakan energi seluler. Lemak cokelat bertanggungjawab untuk suhu inti dan ditemukan di belakang leher dan daerah dada. Lemak cokelat juga dikenal sebagai pembakar lemak yang dapat membantu menurunkan berat badan dan menjauhkan tubuh dari diabetes.

2. Lemak krem

Ini adalah kombinasi dari lemak putih dan cokelat yang ditemukan di sepanjang tulang belakang dan tulang selangka. Dengan olahraga, hormon irisin dilepaskan dan mengubah lemak putih menjadi lemak berwarna krem.

3. Lemak putih subcutaneus

Ini menyimpan kalori dan menghasilkan hormon adiponektin yang membantu hati dan otot mengelola insulin. Sehingga, lemak ini membuat gula darah tetap stabil serta lemak putih tetap stabil.

4. Lemak subcutaneus

Lemak ini ditemukan di seluruh tubuh, tetapi paling sering ada di bagian belakang lengan, paha dan bokong. Kelebihan lemak ini di sekitar perut dalam jangka panjang dapat memicu diabetes, penyakit jantung dan obesitas. Lemak ini juga memproduksi hormon estrogen. Jika hormon estrogen berlebihan, dapat sebabkan kenaikan berat badan beracun yang meningkatkan risiko 
diabetes, hingga kanker.

5. Lemak visceral

Ini adalah lemak paling berbahaya yang ditemukan di perut. Adanya lemak ini dapat terlihat dari perut yang membesar atau masalah yang lebih serius yakni hati yang membesar karena darah mengalir dari lemak visceral di sekitar organ, dan dibuang di sana.

Ini dapat menyebabkan peningkatan kolesterol darah secara keseluruhan bersamaan dengan bahan kimia peradangan yang dapat sebabkan penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan kanker.




(DEV)