Studi: Radiasi Ponsel Pengaruhi Kinerja Memori pada Remaja

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 03 Aug 2018 19:05 WIB
studi kesehatan
Studi: Radiasi Ponsel Pengaruhi Kinerja Memori pada Remaja
Sebuah studi menemukan bahwa radiasi ponsel dapat memengaruhi kinerja ingatan pada remaja. (Foto: Freetstocks.org/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa radiasi ponsel dapat memengaruhi kinerja ingatan pada remaja. Evolusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) semakin berkembang seiring dengan peningkatan paparan medan elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMF) dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari The Health Site disebutkan bahwa sumber eksposur yang paling relevan ke otak adalah penggunaan ponsel dekat ke kepala.

Studi tersebut menemukan bahwa paparan otak RF-EMF kumulatif dari penggunaan ponsel selama lebih dari satu tahun mungkin memiliki efek negatif pada pengembangan kinerja memori figural pada remaja, yang terletak di belahan otak kanan. 

Hubungan dengan RF-EMF lebih terasa pada remaja yang menggunakan ponsel di sisi kanan kepala.

"Ini menunjukkan bahwa memang RF-EMF yang diserap oleh otak bertanggung jawab untuk asosiasi yang diamati," peneliti kata Martin Roosli.

Aspek lain dari penggunaan komunikasi nirkabel, seperti mengirim pesan teks, bermain gim atau menggunakan internet hanya menyebabkan paparan RF-EMF marjinal ke otak dan tidak terkait dengan pengembangan kinerja memori.

(Baca juga: Radiasi Ponsel Bisa Menurunkan Kesuburan dan Kualitas Sperma)


(Dilansir dari The Health Site disebutkan bahwa sumber eksposur yang paling relevan ke otak adalah penggunaan ponsel dekat ke kepala. Foto: Freestocks.org/Unsplash.com)

"Fitur unik dari penelitian ini adalah penggunaan data pengguna ponsel yang dikumpulkan secara obyektif dari operator ponsel," kata Roosli. 

Dia menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyingkirkan pengaruh faktor-faktor lain.

Misalnya, hasil penelitian bisa dipengaruhi oleh pubertas, yang memengaruhi penggunaan ponsel dalam keadaan kognitif dan perilaku partisipan.

Data yang dikumpulkan dari Efek Kesehatan Terkait dengan penggunaan ponsel pada remaja (HERMES) tersebut melihat hubungan antara paparan RF-EMF dan pengembangan kinerja memori hampir 700 remaja selama satu tahun.

Para peserta, yang berusia 12 hingga 17 tahun, direkrut dari kelas 7 hingga 9 sekolah negeri di daerah perkotaan dan pedesaan Swiss Swiss-Jerman.

Efek potensial dari paparan RF-EMF ke otak adalah bidang penyelidikan ilmiah yang relatif baru. 

"Belum jelas bagaimana RF-EMF berpotensi memengaruhi proses otak atau seberapa relevan temuan kami dalam jangka panjang," kata Roosli.

Potensi risiko ke otak dapat diminimalkan dengan menggunakan headphone atau pilihan pengeras suara saat menelepon, khususnya ketika kualitas jaringan rendah dan ponsel berfungsi dengan kekuatan maksimal.





(TIN)