Studi: Lebih dari 50 Persen Bumil di Indonesia Menjadi Perokok Pasif

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 24 Jul 2018 12:35 WIB
kehamilanstudi kesehatan
Studi: Lebih dari 50 Persen Bumil di Indonesia Menjadi Perokok Pasif
Paparan perokok kedua selama kehamilan meningkatkan risiko kelahiran mati, malformasi kongenital, berat lahir rendah dan penyakit pernapasan. (Foto: Marcelo Matarazzo/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa perokok pasif menyebabkan ribuan kelahiran mati pada kebanyakan negara berkembang di Asia. 

Paparan perokok kedua selama kehamilan meningkatkan risiko kelahiran mati, malformasi kongenital, berat lahir rendah dan penyakit pernapasan.

Sebuah studi menemukan bahwa 40 persen ibu hamil (bumil) di Pakistan masuk dalam kategori perokok kedua, di mana hal tersebut menyebabkan 17.000 kelahiran mati tiap tahun.

Para peneliti dari University of York tersebut melihat data jumlah kelahiran dan paparan rokok pada 30 negara berkembang pada 2008-2013. 

Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen bumil di Armenia, Indonesia, Jordan, Bangladesh and Nepal merupakan perokok pasif. 

Di Indonesia sendiri, terdapat 10.000 kelahiran mati tiap tahun. 


(Para peneliti dari University of York tersebut melihat data jumlah kelahiran dan paparan rokok pada 30 negara berkembang pada 2008-2013. Foto: Josh Bean/Unsplash.com)

(Baca juga: Bahaya Menjadi Perokok Pasif Ketiga)

Di Pakistan, hanya 1 persen terjadi kelahiran mati karena aktif merokok, tetapi angka tersebut meningkat menjadi 7 persen para tipikal perokok pasif. 

Di 5 dari 30 negara, paparan asap rokok pasif rumah tangga dua kali lebih umum dari perokok aktif.

"Ini adalah studi pertama yang memberikan perkiraan nasional untuk 30 negara berkembang pada paparan asap rokok pada kehamilan dan itu mengungkapkan masalah besar, masalah yang tidak ditangani," kata peneliti utama Kamran Siddiqi.

"Kami telah menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa perokok pasif selama kehamilan jauh lebih umum daripada merokok aktif di negara-negara berkembang, terhitung lebih banyak kelahiran mati daripada merokok aktif. Melindungi ibu hamil dari paparan asap rokok bekas harus menjadi strategi utama untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak," tambahnya.

Mereka juga mengatakan pekerjaan lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan intervensi yang efektif untuk mengurangi paparan rumah tangga terhadap asap rokok orang lain. Studi tersebut muncul dalam Jurnal Kontrol Tembakau BMJ. 





(TIN)