Serbet Dapur Bisa Jadi Penyebab Keracunan Makanan

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 05 Jul 2018 14:58 WIB
studi kesehatan
Serbet Dapur Bisa Jadi Penyebab Keracunan Makanan
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa handuk atau serbet dapur yang biasa digunakan untuk berbagai hal berpotensi menyebabkan keracunan makanan.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa handuk yang umumnya digunakan untuk mengelap alat rumah tangga, mengeringkan tangan, memegang alat yang panas, dan mengelap permukaan benda tersebut memiliki jumlah bakteri yang lebih tinggi. 

Coliform (Escherichia coli) ditemukan lebih banyak pada handuk lembap, handuk yang sering digunakan, dan handuk pada keluarga dengan pola makan non-vegetarian dan memiliki anak-anak.

Potensi patogen dalam handuk dapur menjadi indikasi bahwa masalah tersebut bertanggung jawab atas kontaminasi silang dalam dapur yang dapat memicu keracunan makanan.

"Studi kami menunjukkan bahwa komposisi keluarga dan praktik kebersihan dalam dapur memengaruhi jumlah mikroba pada handuk dapur," ujar pemimpin studi Susheela D. Biranjia-Hurdoyal dari University of Mauritius, dilansir dari The Health Site.

Para peneliti juga menemukan bahwa pola makan, jenis penggunaan, dan kelembutan handuk dapur juga berpengaruh pada pertumbuhan patogen penyebab keracunan makanan. 

Selanjutnya, bakteri S. aureus Cenderung lebih sering ditemukan pada keluarga dengan status sosial ekonomi lebih rendah. 

Coliform dan S. aureus ditemukan memiliki prevalensi lebih tinggi pada keluarga dengan pola makan non-vegetarian. 

Escherichia coli adalah flora normal usus manusia dan dilepaskan dalam jumlah besar dalam kotoran manusia. Kehadiran Escherichia coli menunjukkan kemungkinan kontaminasi tinja dan kurangnya praktik kebersihan.

"Data menunjukkan bahwa praktik tidak higienis saat menangani makanan non-vegetarian yang biasanya ada di dapur,” kata Biranjia-Hurdoyal.

Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Microbiology di Georgia, tim mengumpulkan total 100 handuk dapur setelah satu bulan digunakan.

Sebanyak 49 persen memiliki pertumbuhan bakteri yang meningkat jumlahnya dalam kondisi keluarga besar, terdapat anak-anak dan peningkatan ukuran keluarga.

Sebanyak 49 sampel positif mengandung pertumbuhan bakteri; 36,7 persen memiliki coliform; 36,7 persen memiliki Enterococcus spp dan 14,3 persen mengandung S. aureus.

"Handuk lembap dan penggunaan multiguna dari handuk dapur harus dihindari. Keluarga yang lebih besar dengan anak-anak dan anggota lanjut usia harus sangat waspada terhadap kebersihan di dapur," saran Biranjia-Hurdoyal.




(DEV)