Ciri Keputihan yang Tak Berbahaya

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 06 Oct 2016 17:54 WIB
tips kesehatan
Ciri Keputihan yang Tak Berbahaya
(Foto: Healthdirect)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebanyakan perempuan akan merasa panik ketika mengalami keputihan pada organ genital. Namun, keputihan tak selalu pertanda ada yang tak beres dengan kesehatan genital.

"Keputihan tergolong normal bila terjadi beberapa hari, sekitar tiga hari, sesudah dan sebelum haid. Asalkan tidak bau, tidak gatal, dan tidak banyak jumlahnya," ujar dr. Liva Wijaya, SpOG, spesialis kedokteran obstetric dan ginekologi dalam acara media workshop It's Better To Be Protected In Your Red Days, di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Sementara, keputihan yang perlu diwaspadai adalah keputihan yang bau, gatal, dan berlangsung terus-menerus. Keputihan bisa disebabkan oleh infeksi mikroorganisme, benda asing, atau kanker.

Ada berbagai faktor penyebab keputihan, baik secara internal maupun eksternal.

Pertama, kebersihan yang tidak terjaga. Dalam hal ini, membiarkan area vagina tetap lembab dapat memicu berkembangnya bakteri jahat. Kelembaban dapat berasal dari berbagai hal seperti tidak mengganti pembalut setiap beberapa jam sekali, menggunakan pakaian yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat, atau berbagai faktor yang membuat keseimbangan pH di vagina menjadi tak stabil.

"Mengenai pakaian dalam, penggunaan celana dalam jenis thong bisa memicu risiko infeksi karena tidak melindungi daerah tersebut secara keseluruhan. Itu kan hanya seperti tali," ujarnya.

Selain itu, imunitas tubuh seseorang juga memengaruhi kesehatan bagian intim, seperti kekurangan gizi atau malnutrisi. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tubuh sangat penting dengan menjalankan pola hidup sehat dari segi makanan maupun aktivitas tubuh.

Aktivitas seks yang tak aman juga dapat memicu terjadinya keputihan, selain meningkatkan penularan penyakit tak menular. Misalnya, kerap berganti-ganti pasangan. Hal tersebut, jelas meningkatkan risiko infeksi.

Keputihan sendiri bisa terjadi pada berbagai tingkatan usia. Bahkan anak kecil pun bisa mengalaminya jika kebersihan organ intim tersebut tak dijaga dengan baik.


"Biasanya anak mengalami keputihan karena adanya benda asing yang masuk ke dalam vagina atau orang tua yang tidak membersihkan vagina anak dengan cara yang benar," kata dia.

Sementara, keputihan pada ibu hamil adalah hal yang wajar, asalkan tidak berbau atau gatal.

"Ibu hamil memiliki risiko keputihan lebih tinggi karena hormon estrogen yang dihasilkan lebih banyak sehingga vagina menjadi lebih lembab," jelasnya.


Jika mengalami keputihan yang tak wajar, ibu hamil disarankan segera mengecek ke dokter kandungan karena hal tersebut dapat berdampak buruk pada kehamilan, seperti mempercepat pecah ketuban dan kontraksi sehingga besar kemungkinan melahirkan bayi prematur.

Bagi mereka yang mengalami keputihan di luar kejadian normal di atas, sebaiknya segera meminta bantuan dengan mengunjungi dokter.


(DEV)