Penelitian: Makan Malam Lebih Cepat Bantu Turunkan Berat Badan

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 09 Jan 2018 17:41 WIB
diet
Penelitian: Makan Malam Lebih Cepat Bantu Turunkan Berat Badan
Sebuah penelitian dari University of Alabama di Birmingham menemukan cara sederhana dalam pengaturan pola makan untuk menurunkan berat badan. (Foto: Courtesy of Shutterstock)

Jakarta: Menurunkan berat badan adalah salah satu prioritas utama bagi banyak orang. Selain dengan berolahraga, pengaturan pola makan juga dapat membantu mempercepat berkurangnya timbunan lemak.

Sebuah penelitian dari University of Alabama di Birmingham menemukan cara sederhana dalam pengaturan pola makan untuk menurunkan berat badan. 

Studi tersebut mencari tahu apakah perubahan jadwal makan dapat menurunkan berat badan. Tes pertama pada manusia pada makan dengan pembatasan waktu lebih dini (early time-restricted feeding atau eTRF) menunjukkan bahwa perubahan jam makan dapat menurunkan rasa lapar dan mengubah lemak dan karbohidrat selama pola tersebut. Dengan demikian, berat badan pun menurun. 

(Baca juga: Trik agar Tubuh Langsing secara Instan)


(Sebuah penelitian dari University of Alabama di Birmingham menemukan cara sederhana dalam pengaturan pola makan untuk menurunkan berat badan. Foto: Brooke Cagle/Unsplash.com)

Perubahan yang dilakukan adalah makan terakhir pada pertengahan siang dan tak makan apapun hingga sarapan keesokan harinya. 

"Pola makan dengan jam makan lebih sedikit dapat membantu menurunkan berat badan. Kami menemukan bahwa makan antara jam 8 pagi hingga 2 siang, dimana selanjutnya berpuasa selama 18 jam, dapat menjaga selera makan sepanjang hari," tukas Courtney Peterson, Ph.D., seorang profesor di Departemen Ilmu Gizi UAB.

Namun, eTRF tidak memengaruhi pembakaran kalori. Pola makan tersebut mengurangi rasa lapar dan meningkatkan pembakaran lemak di malam hari.

Hal tersebut juga meningkatkan fleksibititas metabolis yang berhubungan dengan kemampuan tubuh untuk mengganti pembakaran lemak dan kerbohidrat. Namun, apakah eTRF membantu menurunkan berat badan jangka panjang atau memperbaiki aspek kesehatan lainnya masih belum diketahui.










(TIN)