Tak Hanya Menyenangkan, Zumba Juga Menyehatkan Keseluruhan Tubuh

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:22 WIB
Tak Hanya Menyenangkan, Zumba Juga Menyehatkan Keseluruhan Tubuh
Sebuah penelitian melaporkan bahwa kehidupan sosial meningkat, kesehatan emosional berkembang, rasa sakit dan nyeri berkurang, dan kualitas kehidupan secara keseluruhan menjadi lebih baik daripada sebelumnya karena olahraga zumba.(Foto: Jacob Owens/Unspla

Jakarta: Apakah Anda termasuk pecinta olahraga dengan konsep menari Zumba? Ternyata olahraga tersebut memiliki banyak manfaat baik secara fiaik maupun mental.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Granada in Spain melihat efek Zumba pada pekerja yang kurang aktif selama lima minggu, sebelum akhirnya menyimpulkan bahwa olahraga tersebut bermanfaat pada tubuh secara keseluruhan.

Menurut studi, para pekerja di universitas di Spanyol tersebut cenderung bekerja selama delapan jam per hari dan kurang gerak. Kemudian mereka diminta melakukan program Zumba untuk melihat dampaknya pada kesehatan secara keseluruhan. Para pekerja mulai melakukan olahraga selama tiga hari dalam seminggu, setelah pulang bekerja.



(Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Granada in Spain melihat efek Zumba pada pekerja yang kurang aktif selama lima minggu, sebelum akhirnya menyimpulkan bahwa olahraga tersebut bermanfaat pada tubuh secara keseluruhan. Foto: Pixabay.com)

Menariknya, para pekerja yang melakukan rutinitas tersebut dengan baik menunjukkan perkembangan yang besar pada kondisi kesehatan mereka. Kebanyakan paramater mengindikasikan peningkatan dalam kualitas hidup.

(Baca juga: Tips Olahraga Zumba Bagi Pemula)

Kehidupan sosial mereka meningkat, kesehatan emosional berkembang, rasa sakit dan nyeri berkurang, dan kualitas kehidupan secara keseluruhan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. 

Para peneliti menyimpulkan, perbaikan dalam hidup tersebut disebabkan karena menghadiri kelas Zumba.

Bahkan setelah dua bulan setelah penelitian, indikator kualitas hidup partisipan terus meningkat.

"Indikator emosional para partisipan paling rendah pada tes awal dan menjadi paling tinggi ketika program selesai," tukas peneliti Yaira Barranco Ruiz.








(TIN)