Pengaruh Buruk Gawai Bagi Penglihatan Anak

   •    Senin, 23 Oct 2017 15:53 WIB
kesehatan mata
Pengaruh Buruk Gawai Bagi Penglihatan Anak
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Di era serba teknologi saat ini sulit menjauhkan orang dari penggunaan gawai. Tak cuma orang dewasa, anak-anak bahkan yang masih balita sekalipun sudah banyak yang mengenal gawai.

Dokter Spesialis Mata Artha Latief mengatakan gawai dan alat-alat digital memang dapat memberi pengaruh buruk pada anak, terutama di bagian mata. Semakin lama terpapar, efek negatifnya akan semakin tampak.

Bagi anak-anak bahkan yang usianya di bawah 3 tahun, gawai sangat tidak disarankan. Pada usia ini anak seharusnya diperkenalkan pada benda-benda yang nyata bentuknya.

"Memberi gadget kepada balita terutama yang usianya di bawah 3 tahun sangat tidak tepat. Karena dalam proses tumbuh kembang, otak anak masih belajar untuk penglihatan 3 dimensi sampai usia 3 tahun," kata Artha, dalam Metro I-Care, Minggu 22 Oktober 2017.

Artha mengatakan jarak, spasi, ruang, bentuk, dan penglihatan tiga dimensi pada anak terbentuk dalam usia dua tahun. Sementara, gawai menyajikan 3 dimensi palsu. Hampir semua anak menyukai gawai karena berwarna-warni, banyak rupa dan suara.

Selain itu anggapan bahwa fungsi penglihatan anak bisa terganggu akibat gawai pun tak sepenuhnya benar. Penggunaan gawai terhadap anak yang sudah memiliki risiko terkena gangguan penglihatan akan memperparah gejalanya.

"Yang paling kuat adalah genetik. Ditambah gaya hidup, kebiasaan, dan nutrisi serta faktor lainnya memperparah gejala minus. Tapi kalau minus akibat gadget, tidak bisa juga dibilang begitu," ungkap Artha.

Zaman sudah berubah, anak-anak saat ini memang sudah eranya mengenal gawai. Namun orang tua tidak bisa begitu saja melepaskan anak asik bermain dengan gawainya.

Karena itu, meski sulit orang tua disarankan melatih penggunaan gawai pada anak dengan prinsip 20:20 sebagaimana penelitian yang pernah dilakukan di Amerika Serikat.

Prinsip ini dapat dilakukan dengan setiap 20 menit penggunaan gawai, mata harus diistirahatkan paling tidak 20 detik dengan melihat jauh ke depan sekitar 6 meter atau jika sulit cukup memejamkan mata selama beberapa saat.

"Kalau tidak bisa, yang lebih real tanamkan ke anak kesadaran bahwa kalau mata sudah mulai capek, game atau video-nya di-pause dulu. Lihat jauh atau tutup mata sejenak," jelasnya.




(MEL)