Kesehatan Tubuh

Studi: Kinerja Usus Pengaruhi Suasana Hati

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 25 Mar 2018 10:08 WIB
studi kesehatan
Studi: Kinerja Usus Pengaruhi Suasana Hati
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Tahukah Anda bahwa usus bisa memberi sinyal pada otak yang dapat memicu rasa cemas atau perasaan tak enak?

Sebuah studi yang dilakukan oleh Florida State University menemukan bahwa sinyal usus ke otak memberikan pengaruh kuat pada emosi, suasana hati, dan pengambilan keputusan.

Menurut ahli saraf Dr Linda Rinaman, usus dan otak secara konstan berkomunikasi melalui saraf vagus,  jaringan dua arah yang luas yang ukurannya 100 kali lebih besar dari permukaan kulit dan mengirim lebih banyak sinyal ke otak daripada sistem organ lainnya di dalam tubuh.
 
Saraf membawa pesan dari otak ke tubuh serta pesan yang biasa digambarkan sebagai "firasat" inilah yang mendorong kita untuk mengevaluasi situasi atau menghindarinya sama sekali.

Bersama dengan James Maniscalco, rekan peneliti pascadoktoral di University of Illinois di Chicago, Rinaman menunjukkan bahwa sinyal-sinyal dari saluran pencernaan ini dapat bekerja sebagai pemberi peringatan yang benar-benar menghentikan kita untuk membuat kesalahan.

"Ilmu saraf tentang apa yang disebut "gut feeling" ini telah kami alami dan pelajari. Sinyal umpan balik vagina sangat protektif dan mendorong kewaspadaan," tukas Rinaman.

Demikian pula, data tersebut juga mengungkapkan bahwa pola makan dapat berdampak besar pada kualitas sinyal usus dan ini kadang-kadang dapat menyebabkan perubahan suasana hati atau perilaku.

Misalnya, pola makan tinggi lemak dapat menyebabkan respons peradangan di saluran pencernaan, yang mengubah sinyal dari saraf vagus dan menyebabkan gejala kecemasan dan depresi.
 
"Bukti menunjukkan bahwa memodifikasi pola makan, mungkin dengan mengonsumsi probiotik, dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku Anda," Rinaman menjelaskan.
 
Namun, bagaimana proses kerja tersebut masih menjadi bahan penelitian hingga saat ini. 
 
 
 
 


(DEV)