Menghindari Anak Berperilaku Curang

Dhaifurrakhman Abas    •    Jumat, 23 Nov 2018 14:32 WIB
perkembangan anak
Menghindari Anak Berperilaku Curang
Agar anak tak melakukannya dengan cara curang, katakan bahwa kemenangan bukanlah segalanya. Jangan lupa tunjukkan pada anak bahwa apapun hasil perlombaan, Anda pasti tetap bangga. (Foto: Boogie/Unsplash.com)

Jakarta: Siapapun pasti pernah berkompetisi. Entah itu merebut posisi rangking teratas di sekolah maupun menyoal urusan pekerjaan.

Sayangnya, tak semua kemenangan didapatkan dengan cara yang benar. Bukan rahasia jika ada kemenangan yang didapat dengan cara curang.

Begitupun pada anak. Anak sudah mengerti cara melakukan kemenangan instan dengan cara yang tidak fair. Bahkan ketika berumur lima tahun.

"Anak usia 5 sampai 7 tahun sudah bisa melakukan kecurangan. Namun mereka tidak perduli," kata psikolog Anak, Lawrence Balter, dikutip Parents.

Menurut Balter, anak biasanya mulai mengerti perilakunya benar atau salah ketika berusia 8 tahun. Lantas, pada usia tersebut, anak juga sudah bisa menghardik temannya yang berprilaku curang.

Fatalnya, hal ini bisa berlanjut menjadi stigma terhadap anak yang dihardik tersebut. Misalnya, anak tersebut bisa dilabel sebagai "tukang curang" di sekolah.

Kalau sudah begini, bisa berdampak buruk pada anak. Anak yang distigma bisa menjadi minder, atau bahkan bangga terhadap label yang diberikan teman-temannya.

Sebelum semua itu terjadi, ada baiknya Anda menerapkan beberapa cara mencegah anak berbuat curang di kemudian hari. Berikut langkah-langkah yang Anda bisa terapkan agar anak tak berprilaku curang.


(Agar anak tak melakukannya dengan cara curang, katakan bahwa kemenangan bukanlah segalanya. Jangan lupa tunjukkan pada anak bahwa apapun hasil perlombaan, Anda pasti tetap bangga dengan dirinya. Foto: Adhia Crehuet/Unsplash.com)

(Baca juga: Kekerasan Psikologis Lebih Berpengaruh pada Perkembangan Anak)

1. Berikan contoh yang baik
Anak adalah peniru ulung. Mereka kerap meniru hal yang ada disekitarnya, baik itu perilaku baik atau buruk. Untuk menghindari anak berprilaku curang tentu dimulai dari diri Anda. Berikan mereka contoh yang baik setiap hari agar anak mengasup sifat yang baik pula.

2. Menang bukan segalanya
Tentu Anda ingin buah hati menjadi juara ketika mengikuti perlombaan. Mungkin Anda turut berambisi membantu anak meraih kemenangan dalam perlombaan.

Tapi tunggu dulu. Jangan menekan anak harus meraih kemenangan dalam perlombaan tersebut. Hal ini bisa membuat anak akan melakukan berbagai cara untuk menjadi sang juara.

Nah, agar anak tak melakukannya dengan cara curang, katakan bahwa kemenangan bukanlah segalanya. Jangan lupa tunjukkan pada anak bahwa apapun hasil perlombaan, Anda pasti tetap bangga dengan dirinya.

3. Motivasi
Anak mungkin akan menangis jika mereka kalah dalam perlombaan. Untuk itu Anda harus meringankan beban yang dirasakan pada Anak. Katakan pada buah hati bahwa kalah dalam perlombaan bukan berarti dunia telah berakhir. Ceritakan pada anak tokoh-tokoh inspiratif yang pernah gagal sebelum menjadi pemenang.




(TIN)