Studi: Depresi Akibat Media Sosial Lebih Buruk pada Remaja Perempuan

Torie Natalova    •    Rabu, 09 Jan 2019 11:06 WIB
depresiremaja
Studi: Depresi Akibat Media Sosial Lebih Buruk pada Remaja Perempuan
Studi menyebutkan anak perempuan yang menghabiskan sekitar lima jam atau lebih sehari di media sosial mengalami peningkatan 50 persen gejala depresi. (Foto: Ian Dooley/unsplash.com)

Jakarta: Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa ada hubungan sebab akibat langsung antara depresi dan penggunaan media sosial yang berlebihan. Kini, studi baru menunjukkan sebab akibat langsung tersebut dapat memengaruhi gadis remaja sangat buruk.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal EClinicalMedicine, anak perempuan yang berusia 14 tahun dan gemar menggunakan media sosial setiap hari memiliki lebih banyak gejala depresi dibandingkan anak laki-laki berusia 14 tahun, dengan cara yang sama menggunakan media sosial.

Anak perempuan yang menghabiskan sekitar lima jam atau lebih sehari di media sosial mengalami peningkatan 50 persen gejala depresi, sementara anak laki-laki hanya 35 persen.

Profesor epidemiologi di University College London di Inggris mengatakan, jenis-jenis hal yang dilakukan anak perempuan dan laki-laki secara online juga bisa menjadi faktor kesenjangan antara gejala depresi pada pria dan perempuan.

(Baca juga: Tidur Kurang dari 8 Jam Berpotensi Depresi?)


(Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal EClinicalMedicine, anak perempuan yang berusia 14 tahun dan gemar menggunakan media sosial setiap hari memiliki lebih banyak gejala depresi dibandingkan anak laki-laki berusia 14 tahun, dengan cara yang sama menggunakan media sosial. Foto: Dmitriy Ilkevich/Unsplash.com)

Anak perempuan cenderung lebih menggunakan media sosial seperti Snapchat atau Instagram yang lebih menonjolkan penampilan fisik, mengambil foto dan mengomentari foto-foto itu. Selain itu, anak perempuan secara umum sudah memiliki risiko depresi yang lebih tinggi terlepas dari penggunaan media sosial.

Ada langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa untuk meningkatkan kesehatan mental mereka secara keseluruhan, yaitu dengan menetapkan batasan ketika menyangkut media sosial.

Salah satunya adalah dengan mematikan telepon Anda satu jam sebelum tidur dan hidupkan kembali di pagi hari. Ini sangat penting karena tidak yang baik dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan pikiran. Setelah berhasil menerapkan cara ini, coba mengatur jadwal tiga kali sehari untuk melihat media sosial.

Media sosial dikaitkan dengan lebih banyak pengalaman perundungan di media sosial, kurang tidur, harga diri yang lebih buruk dan citra tubuh yang lebih tidak sehat, dan semua itu dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi.




(TIN)