Benarkah Selain Merokok, Polusi Udara juga Bisa Memicu Kanker Paru-paru?

Torie Natalova    •    Rabu, 28 Nov 2018 09:29 WIB
kanker paru-paru
Benarkah Selain Merokok, Polusi Udara juga Bisa Memicu Kanker Paru-paru?
Bekerja di beberapa lingkungan seperti galangan kapal, tambang, pabrik tekstil dan pabrik lain, dapat mengekspos pekerja ke asbes. (Foto: Charlize Birdsinger/Unsplash.com)

Jakarta: Berbagai penelitian membuktikan bahwa merokok adalah faktor risiko nomor satu kanker paru-paru. Terhitung, 80-90 persen kanker paru-paru diderita oleh perokok aktif.

Namun, perlu diketahui bahwa penderita kanker paru-paru dari perokok pasif juga cukup besar. Ini menunjukkan bahwa meski tidak merokok, Anda tetap bisa terkena kanker paru-paru.

Masalahnya, gejala kanker paru tidak selalu muncul di tahap awal penyakit. Karena itu, perlu diketahui apa saja penyebab kanker paru-paru selain merokok agar Anda bisa lebih waspada. Dilansir dari Prevention, berikut adalah beberapa penyebabnya.

(Baca juga: Persentase Kanker Paru Terus Meningkat Tiap Tahun)

1. Paparan gas radon
Radon menyebabkan sekitar 20 ribu kasus kanker paru setiap tahun, terutama non perokok di Amerika.

Gas radioaktif ini dilepaskan ketika uranium rusak di tanah, batu dan air, kemudian gas bergerak naik ke tanah dan udara. Ketika radon terperangkap di rumah atau bangunan, ini bisa menumpuk hingga ke tingkat bahaya.

Disebutkan dalam laman yang sama, radon melepaskan partikel radioaktif yang dapat melapisi paru-paru Anda. "Menghirupnya untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan mutasi sel yang terkait dengan kanker paru-paru," sebut dalam artikel lagi.


(Disebutkan dalam laman Prevention, radon melepaskan partikel radioaktif yang dapat melapisi paru-paru Anda. Foto: Andre Robillard/Unsplash.com)

2. Paparan terhadap asbes
Bekerja di beberapa lingkungan seperti galangan kapal, tambang, pabrik tekstil dan pabrik lain, dapat mengekspos pekerja ke asbes.

Bangunan lama juga mungkin mengandung asbes jika bahan yang mengandungnya rusak. Menghirup serat asbes secara rutin dapat mengikat mereka ke lendir di tenggorokan, atau saluran pernapasan yang lebih besar dari paru-paru.

3. Paparan karsinogen lain
Beberapa zat berbahaya lain yang dapat ditemukan sehari-hari seperti arsenik, knalpot diesel, silika, kromium, nikel, berilium, kadmium, tar dan jelaga, berisiko tinggi menyebabkan kanker paru. Batasi paparannya jika Anda bekerja di tengah bahan-bahan tersebut.

4. Polusi udara
Polusi udara seperti di kota besar dapat meningkatkan risiko kanker paru. Berbagai jenis partikel terlempar ke udara yang kita hirup termasuk asam, bahan kimia, logam, tanah dan debu.

Tubuh kita mampu melawan partikel yang lebih besar dengan mudah yang biasanya dalam bentuk batuk atau bersin.

Namun, partikel yang sangat kecil di udara adalah yang paling berbahaya karena bisa masuk lebih jauh ke darah paru-paru bahkan darah.

5. Infeksi HIV
Orang yang terinfeksi HIV dua kali lebih besar berisiko terkena kanker paru. Beberapa peneliti berpendapat melemahnya sistem kekebalan karena infeksi dan peradangan dapat memainkan peran lebih rentan terkena kanker paru.

6. Riwayat keluarga
Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita kanker paru berarti Anda dua kali lebih mungkin terkena kanker paru. Risiko Anda lebih tinggi jika kerabat Anda didiagnosis kanker di usia muda. 





(TIN)