Cegah Dermatitis Atopik pada Bayi

Raka Lestari    •    Kamis, 20 Dec 2018 07:00 WIB
perkembangan anakkesehatan kulit
Cegah Dermatitis Atopik pada Bayi
Dr Rajesh Kumawat dari The Himalaya Drug Company berbagi beberapa tips untuk melawan dermatitis atopik pada bayi. (Foto: Unsplash.com)

Jakarta: Bayi memiliki kulit yang halus, yang sensitif terhadap kelembapan dan perubahan cuaca. Cuaca dingin dapat memengaruhi kulit bayi dengan menyebabkan ruam, kemerahan, dan gatal.

Sebagian besar ruam tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa situasi, kondisi kulit bisa menjadi kronis dan sulit dikelola.

Dermatitis atopik, juga disebut eksem atopik, adalah salah satu kondisi kulit yang memengaruhi satu dari lima anak secara global.

Dr. Rajesh Kumawat, Kepala-Pelayanan Medis dan Pengembangan Klinis dari The Himalaya Drug Company, berbagi beberapa tips untuk melawan dermatitis atopik pada bayi.

1. Hindari sabun yang kasar
Gunakan sabun bayi yang mengandung herbal aktif, yang diformulasikan khusus untuk kulit bayi yang lembut. Bahan-bahan alami seperti lidah buaya, minyak almond, susu, dan minyak zaitun bekerja sama untuk menyehatkan dan menjaga keseimbangan kelembaban kulit bayi.

(Baca juga: Mengenal Tiga Jenis Kulit Bayi)


(Bayi memiliki kulit yang halus, yang sensitif terhadap kelembapan dan perubahan cuaca. Cuaca dingin dapat memengaruhi kulit bayi dengan menyebabkan ruam, kemerahan, dan gatal. Foto: Han Meo Htwe/Unsplash.com)

2. Hindari mandi air panas
Pertahankan suhu air yang tepat untuk memandikan bayi. Air yang digunakan harus hangat, karena air panas bisa membuat kulit kering. Bayi harus dimandikan selama tidak lebih dari 10 hingga 15 menit. Tepuk kulit dengan sedikit handuk untuk menghilangkan kelebihan air dan hindari mengeringkan kulit sepenuhnya.

3. Melembapkan kulit
Segera gunakan lotion atau krim yang lembut dan pelembap untuk melembapkan kulit bayi segera setelah mandi. Bahan pelembap yang baik biasanya terdiri dari bahan alami seperti kelapa, kokum, beras, dan lidah buaya, antara lain. Pelembap membantu menghidrasi kulit dan meredakan iritasi kulit.

4. Gunakan pakaian yang nyaman
Gunakan pakaian berbahan dasar katun longgar untuk membantu menjaga bayi tetap nyaman, sedangkan serat wol dan sintetis dapat membuat bayi terlalu hangat dan memperburuk kondisi kulit. Hindari menutupi bayi dengan selimut tebal atau pakaian yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.

5. Hindari produk kimia
Pilih produk yang bebas dari minyak mineral, paraben, wewangian dan warna buatan. Bahan-bahan alami seperti kokum dan lidah buaya dikenal karena sifat menghidrasi dan melembabkan.

Ekstrak dedak padi memberikan komponen kulit yang diperlukan yang disebut ceramide, yang penting untuk menjaga fungsi penghalang kulit dan mempertahankan kelembapan kulit. Kelapa memiliki sifat antiinflamasi yang membantu mengurangi kemerahan dan menenangkan kulit.




(TIN)